Friday, April 23, 2010

MENGENAL PENYAKIT SINUSITIS

PENYEBAB PENYAKIT SINUSITIS

Sinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang) maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun).

Penyebab sinusitis akut:
  • Infeksi virus.
    Sinusitis akut bisa terjadi setelah suatu infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas (misalnya pilek).
  • Bakteri.
    Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis bakteri yang dalam keadaan normal tidak menimbulkan penyakit (misalnya Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae). Jika sistem pertahanan tubuh menurun atau drainase dari sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus lainnya, maka bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan menyusup ke dalam sinus, sehingga terjadi infeksi sinus akut.
  • Infeksi jamur.
    Kadang infeksi jamur bisa menyebabkan sinusitis akut.
    Aspergillus merupakan jamur yang bisa menyebabkan sinusitis pada penderita gangguan sistem kekebalan.
    Pada orang-orang tertentu, sinusitis jamur merupakan sejenis reaksi alergi terhadap jamur.
  • Peradangan menahun pada saluran hidung.
    Pada penderita rinitis alergika bisa terjadi sinusitis akut. Demikian pula halnya pada penderita rinitis vasomotor.
  • Penyakit tertentu.
    Sinusitis akut lebih sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan dan penderita kelainan sekresi lendir (misalnya fibrosis kistik).

Penyebab sinusitis kronis:

  • Asma
  • Penyakit alergi (misalnya rinitis alergika)
  • Gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir.

GEJALA

Gejala khas dari kelainan pada sinus adalah sakit kepala yang dirasakan ketika penderita bangun pada pagi hari.

Sinusitis akut dan kronis memiliki gejala yang sama, yaitu nyeri tekan dan pembengkakan pada sinus yang terkena, tetapi ada gejala tertentu yang timbul berdasarkan sinus yang terkena:

  • Sinusitis maksilaris menyebabkan nyeri pipi tepat di bawah mata, sakit gigi dan sakit kepala.
  • Sinusitis frontalis menyebabkan sakit kepala di dahi.
  • Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di belakang dan diantara mata serta sakit kepala di dahi. Peradangan sinus etmoidalis juga bisa menyebabkan nyeri bila pinggiran hidung di tekan, berkurangnya indera penciuman dan hidung tersumbat.
  • Sinusitis sfenoidalis menyebabkan nyeri yang lokasinya tidak dapat dipastikan dan bisa dirasakan di puncak kepala bagian depan ataupun belakang, atau kadang menyebabkan sakit telinga dan sakit leher.

Gejala lainnya adalah:

  • tidak enak badan
  • demam
  • letih, lesu
  • batuk, yang mungkin semakin memburuk pada malam hari
  • hidung meler atau hidung tersumbat.

Demam dan menggigil menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar ke luar sinus.

Selaput lendir hidung tampak merah dan membengkak, dari hidung mungkin keluar nanah berwarna kuning atau hijau.

Sinusitis & Gangguan Sistem Kekebalan

Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol atau penderita gangguan sistem kekebalan, jamur bisa menyebabkan sinusitis yang berat dan bahkan berakibat fatal.

Mukormikosis (fikomikosis) adalah suatu infeksi jamur yang bisa terjadi pada penderita diabetes yang tidak terkontrol.
Pada rongga hidung terdapat jaringan mati yang berwarna hitam dan menyumbat aliran darah ke otak sehingga terjadi gejala-gejala neurologis (misalnya sakit kepala dan kebutaan).

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap jaringan yang mati tersebut.
Pengobatannya meliputi pengendalian diabetes dan pemberian obat anti-jamur amfoterisin B secara intravena (melalui pembuluh darah).

Aspergillosis dan kandidiasis merupakan infeksi jamur pada sinus yang bisa berakibat fatal pada penderita gangguan sistem kekebalan akibat terapi anti-kanker atau penyakit (misalnya leukemia, limfoma, mieloma multipel atau AIDS).
Pada aspergillosis, di dalam hidung dan sinus terbentuk polip.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap polip.
Pengobatannya berupa pembedahan sinus dan pemberian amfoterisin B intravena.

DIAGNOSA

Diganosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala, foto rontgen sinus dan hasil pemeriksaan fisik.

Untuk menentukan luas dan beratnya sinusitis, bisa dilakukan pemeriksaan CT scan.

Pada sinusitis maksilaris, dilakukan pemeriksaan rontgen gigi untuk mengetahui adanya abses gigi.

PENGOBATAN

Untuk sinusitis akut biasanya diberikan:

  • Dekongestan untuk mengurangi penyumbatan
  • Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri
  • Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Dekongestan dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot hidung hanya boleh dipakai selama waktu yang terbatas (karena pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan pada saluran hidung).
    Untuk mengurangi penyumbatan, pembengkakan dan peradangan bisa diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.

Sinusitis kronis

Diberikan antibiotik dan dekongestan<.
Untuk mengurangi peradangan biasanya diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.
Jika penyakitnya berat, bisa diberikan steroid per-oral (melalui mulut).

Hal-hal berikut bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman:

  • Menghirup uap dari sebuah vaporizer atau semangkuk air panas
  • Obat semprot hidung yang mengandung larutan garam
  • Kompres hangat di daerah sinus yang terkena.

Jika tidak dapat diatasi dengan pengobatan tersebut, maka satu-satunya jalan untuk mengobati sinusitis kronis adalah pembedahan.

Pada anak-anak, keadaannya seringkali membaik setelah dilakukan pengangkatan adenoid yang menyumbat saluran sinus ke hidung.

Pada penderita dewasa yang juga memiliki penyakit alergi kadang ditemukan polip pada hidungnya. Polip sebaiknya diangkat sehingga saluran udara terbuka dan gejala sinus berkurang.
Teknik pembedahan yang sekarang ini banyak dilakukan adalah pembedahan sinus endoskopik fungsional.

Thursday, April 22, 2010

PENGOBATAN SEMBELIT PADA ANAK

Bila bayi dalam dua atau tiga hari tidak membuang kotorannya dan terus menangis, biasanya orangtua bingung sendiri karena bayi memang belum bisa diajak berbicara apa yang dikeluhkannya. Oleh karena itu, kita sering kali merasa kesulitan untuk menentukan adanya keterlambatan proses buang air besar pada anak.

Anak di bawah usia dua tahun biasanya belum menyadari bahwa mereka mempunyai suatu kontrol dalam proses buang air besar. Terlebih pada anak-anak yang mempunyai perkembangan tubuh terlambat atau mempunyai cacat jasmani akan menghalangi proses pengontrolan ini. Akibatnya, anak akan mengalami keterlambatan dalam menguasai kepandaian membuang kotorannya.

Oleh sebab itu, ketika kesehatan umum anak terganggu, terutama lambatnya pertumbuhan berat badan dan tingginya, kita harus mulai curiga adanya kelainan ini. Apalagi kalau anak sudah sering mengalami sembelit sejak bayi, adanya penyakit organik tertentu yang mendasari kelainan ini harus segera dicurigai.

Faktor penyebab

Mengapa anak mengalami sembelit? Tentunya banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Di antaranya adalah adanya penyakit organ tubuh yang diderita anak. Pada umumnya faktor ini sudah terlihat nyata pada bulan pertama kehidupan bayi. Dan keadaan ini dapat ditemukan bila bayi diperiksakan dengan teliti ke dokter.

Pada anak-anak yang lebih besar dengan sembelit yang kronis jarang disertai dengan suatu penyakit organ tubuh. Faktor psikologis dapat merupakan penunjang penting. Namun, dari catatan medis pada sebagian besar kasus, gangguan emosi yang dihubungkan dengan sembelit hanya merupakan sisa dari penyakit atau pengobatan yang diperoleh.

Faktor penyebab lainnya adalah timbulnya sumbatan pada usus besar bagian bawah. Misalnya terkena penyakit hirchprung atau kelumpuhan sebagian usus besar yang merupakan penyakit penting bagi anak. Penyakit ini ditandai dengan tidak adanya serabut saraf di bagian tertentu usus besar sehingga bagian ini tidak dapat berkontraksi dengan semestinya.
Sembelit dapat juga terjadi karena kekurangan cairan dan berat yang kronis dalam tubuh yang bukan diakibatkan diare. Penyakit-penyakit lain seperti kelebihan zat kapur dalam tubuh yang tidak diketahui penyebabnya, atau kelainan yang disertai pengeluaran air seni yang terus-menerus dan berlebihan, dapat juga mengakibatkan sembelit pada anak.
Faktor lainnya yang menyebabkan anak kesulitan buang air besar adalah terjadinya luka pada dubur sehingga menimbulkan gangguan pada fungsi cincin otot yang bertugas melepaskan kotoran di bagian dubur. Juga terjadinya kelumpuhan akibat penyakit saraf berat, kanker, atau kegemukan. Bahkan, sembelit pada anak bisa terjadi sebagai satu-satunya gejala penyakit kelenjar gondok atau hipotiroidisme.

Faktor makanan dapat juga menyebabkan sembelit pada anak. Misalnya pola makanan yang kurang mengandung serat, susu kaleng yang tidak cocok, ataupun kekurangan makan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Pengobatan Yang Dapat Dilakukan

Anak yang mengalami sembelit hendaknya segera mendapatkan pengobatan agar penyakitnya tidak berlarut-larut dan menjadi kronis. Upaya pengobatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Kalau suatu penyakit tertentu yang merupakan penyebab sembelit telah ditemukan, pengobatan terhadap sembelit harus ditujukan pada penyebab tersebut.

Bagi anak yang menderita sembelit karena terkena penyakit hirchprung, tindakan operasi adalah cara pengobatan yang terbaik. Karena jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi infeksi usus kronis yang akan menambah parah penyakit yang sudah ada. Adapun anak yang mengalami sembelit karena penyakit hipotiroidisme harus mendapatkan pengobatan tertentu.
Pada sebagian besar kasus sembelit, kita tidak dapat menemukan adanya penyakit di dalam organ tubuh. Tentunya anak-anak dengan sembelit fungsional ini juga harus diobati dengan sama baiknya.

Perlu diingat, pengobatan sembelit harus mulai dilakukan sedini mungkin karena masalahnya cenderung untuk tetap ada dan akan menjadi semakin berat kalau dibiarkan lebih lama. Pada tahap awal dengan keluhan kotoran yang keras dan menyebabkan rasa sakit, kita dapat menanggulanginya sendiri untuk menghasilkan kotoran yang lunak, misalnya dengan menambah makanan yang mengandung serat, seperti agar-agar, sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Orangtua harus juga memperhatikan posisi anak pada saat buang air besar karena akan menentukan kemudahan melepaskan sisa makanan. Biasanya posisi jongkok akan lebih memudahkan kotoran keluar. Mengapa demikian? Karena posisi ini dapat meningkatkan tekanan di rongga perut dan mempermudah pengeluaran kotoran.

Untuk kasus sembelit karena masalah psikologis, orangtua dapat meminta bantuan psikiater, khususnya bila memang telah jelas menunjukkan gangguan kejiwaan. Pada kasus lain telah sedemikian berlanjutnya sehingga pengobatan terhadap gejalanya saja sudah tidak cukup meskipun tidak ada suatu penyakit organiknya yang mendasari.

Dr Audrey Luize Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya

CARA MENAMBAH SISTEM KEKEBALAN TUBUH

CARA MENAMBAH SISTEM KEKEBALAN TUBUH. Dimusim pancaroba seperti sekarang ini, kita rentan sekali dengan berbagai macam penyakit seperti pilek, flu, dan demam. Ditambah lagi dengan meningkatnya kasus penyebaran virus flu babi yang juga menambah kekhawatiran kita terhadap kesehatan. Namun demikian, yang palin penting ita perhatikan adalah daya tahan tubuh kita terhadap berbagai macam penyakit tersebut. Sistem kekebalan tubuh memiliki peranan penting dalam membantu tubuh melawan serangan benda asing yang mengancam tubuh. Oleh karena itu, untuk memelihara kesehatan tubuh, sistem kekebalan juga haru dijaga.

Berikut ini adalah tips dalam menambah sistem kekebalan dalam tubuh anda:

  1. Minum teh hijau
    Teh dapat menambah pertahanan tubuh sampai lima kali lipat. Hal itu dikarenakan teh mengandung bahan kimia L-theanine, yang berubah menjadi ethylamine di dalam liver. Ethylamine adalah molekul yang memancing respon sel darah imun, salah satu sel T. Sel T tersebut mendorong sekresi interferon, kunci pertahanan melawan infeksi. Teh juga tinggi antioksidan.

  2. Makan yogurt
    Yogurt banyak mengandung probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan anda begitu juga dengan kesehatan keseluruhan anda. Menurut WHO, memakan atau meminum bakteri “bagus” ini dapat menambah sistem kekebalan tubuh anda, memberikan kalsium kestra dan hidup yang lebih lama dan lebih sehat.

  3. Makan semangkuk sup ayam
    Sup ayam bermanfaat untuk menangkal penyakit dengan membantu sekresi saluran udara, membantu hidrasi karena kandungan air yang tinggi dalam sup, dan menutrisi sistem kekebalan tubuh dengan protein dari ayam dan bahan gizi dari sayuran.

  4. Prioritaskan tidur
    Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengidap insomnia kemungkinan besar juga didiagnosa memiliki kondisi medis lainnya. Alsannya, kekurangan tidur dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang membahayakan, menempatkan anda pada risiko terkena virus H1N1 flu babi dan banyak penyakit lainnya. Dapatkan tidur selama 7-5 jam semalam.

  5. Rileks
    Ada jarak yang lebar dari efek negatif bahwa stres juga memiliki peranan pada kesehatan anda. Salah satu yang paling berbahaya adalah membahayakan sistem kekebalan tubuh anda dan menempatkan anda pada risiko besar terhadap penyakit pernapasan dan penyakit lainnya. Cari cara terbaik untuk mengatur penyebab stres harian anda ambil waktu untuk rileks. Bernapas bisa menjadi salah satu caranya. Tarik napas dengan hitungan empat dan keluarkan dengan hitungan enam. Menghembuskan napas lebih lama secara alamiah membantu relaksasi. Anda tidak dapat memiliki kecemasan jika otot-otot anda rileks.

  6. Sinkronisasikan cilia anda
    Stimulasi cilia anda dengan melakukan humming “ooooommmm” dengan tone rendah. Vibrasi tersebut bersinkrinisasi dengan cilia normal dan akan mempercepat cilia. Pikirkan hal itu sebagai meditasi untuk kesehatan anda – humming “om” tidak hanya akan mensinkronisasi pertahanan tubuh anda melawan penyakit pernapasan, termasuk virus H1N1 flu babi, tapi juga menambah sistem kekebalan dengan membantu anda mengurangi tingkat stres dan kecemasan.

Sebagai tambahan memperkuat sistem kekebalan tubuh, pastikan anda mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terkena H1N1 flu babi.

Sumber : http://pharos.co.id

Penyakit Preeklamsia (Keracunan Pada Kehamilan)

Preeklamsia umumnya terjadi pada perempuan hamil yang berusia sekitar 20 tahun atau di atas 35 tahun. Preeklamsia juga dapat terjadi pada perempuan yang hamil pertama kali.

Preeklamsia adalah salah satu penyakit yang sering dijumpai pada ibu hamil dan masih merupakan salah satu penyebab kematian besar di dunia. Di Amerika Serikat, 1/3 dari kematian ibu disebabkan oleh preeklamsia. Begitu pula di Indonesia.

Preeklamsia adalah keracunan pada kehamilan. Ini biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan atau bisa juga muncul pada trimester kedua. Preeklamsia mungkin terjadi pada setiap ibu hamil. Beberapa kondisi yang memiliki kemungkinan mengalami preeklamsia, yaitu kehamilan pertama, kehamilan bayi kembar, ibu hamil pengidap diabetes, ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi, memiliki masalah dengan ginjal, dan juga wanita yang hamil pertama pada usia 20 tahun di atas 35 tahun.

Risiko preeklamsia juga meningkat pada kehamilan si ibu yang memang sudah pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Jika hal ini tidak ditangani dengan tepat dan cepat, preeklamsia akan segera berubah menjadi eklamsia, yaitu infeksi dan pendarahan. Dan ini bisa berakibat fatal.

Faktor Penyebab dan Gejala

Hampir semua wanita hamil bisa mengidap preeklamsia. Menurut dr Mufti Yunus SpOG dari Rumah Sakit Omni International Serpong, Tangerang, faktor risiko terbesar adalah ibu yang baru pertama kali hamil pada usia 20 tahun. “Preeklamsia bisa juga terjadi pada wanita yang menjalani masa kehamilan pada usia 30-35 tahun dan wanita yang menderita obesitas,” katanya.

Preeklamsia juga bisa terjadi pada kondisi kehamilan kembar dan kehamilan jarak jauh, sekitar 10 tahun. Preeklamsia juga sering dikaitkan dengan faktor genetik seseorang. Ada banyak gejala yang muncul. Terkadang gejala-gejala ini kerap kali dianggap wajar. Salah satunya adalah sakit kepala karena hipertensi, terutama jika kehamilan telah mencapai usia lebih dari 20 minggu.
“Biasanya si ibu akan merasakan sakit kepala yang teramat sering,” katanya.

Pada kasus ini akan ditemukan peningkatan tekanan darah lebih dari 130/90 mmHg. Terjadi pembengkakan di daerah kaki dan tungkai. Pada kondisi yang lebih berat, pembengkakan terjadi di seluruh tubuh karena pembuluh kapiler bocor, sehingga air yang merupakan bagian sel merembes dan masuk ke dalam jaringan tubuh dan tertimbun di bagian tertentu.
“Pada pemeriksaan akan ditemukan kadar protein tinggi di dalam urin karena gangguan dari ginjal,” terangnya.

Pada beberapa kasus juga ditemukan gejala penglihatan menjadi kabur dan sensitif terhadap cahaya. Si ibu juga sering merasakan nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk sebelah kanan, disertai mual. Kenaikan berat badan lebih dari 1,36 kg setiap minggu selama trimester kedua dan lebih dari 0,45 kg setiap minggu pada trimester ketiga.
Diagnosa dan Pengobatan

Diagnosa ditegakkan berdasarkan riwayat pasien dan pemeriksaan. “Apabila pada pemeriksaan ditemukan kondisi seperti yang telah disebutkan di atas, sudah bisa dipastikan ibu itu menderita preeklamsia,” jelasnya. Pemeriksaan melliputi pemeriksaan darah, jumlah urin, dan pemeriksaan ginjal.

Bila si ibu hanya mengalami preeklamsia ringan, kondisi ini tidak selalu memerlukan obat tapi hanya pemeriksaan rutin kehamilan. Pemberian obat atau suplemen tidak menjamin mencegah si ibu dari preeklamsia, tetapi membantu mengontrol kondisi si ibu. Tapi jika preeklamsia yang lebih serius, si ibu disarankan beristirahat total di tempat tidur atau mungkin dianjurkan menjalankan perawatan di rumah sakit karena kondisi umumnya harus dipantau terus guna melihat tekanan darah dan perkembangan bayi.

Pengobatan yang dilakukan tergantung pada umur kehamilan dan seberapa dekatnya dengan perkiraan kelahiran. Bila preeklamsia terjadi pada minggu-minggu akhir kehamilan, dokter akan mengambil tindakan untuk segera mengeluarkan bayi. Tetapi jika preeklamsia terjadi pada awal kehamilan, dokter akan berusaha memperpanjang kehamilan sampai bayi dianggap telah cukup kuat untuk lahir.

Apabila sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran dan bayi sudah dianggap cukup berkembang, dokter akan menyarankan untuk mengeluarkan si bayi sesegera mungkin.
“Tapi ada baiknya jika si ibu menjalani perawatan di rumah sakit sebelum persalinan untuk menghindari risiko terburuknya,” katanya.

Ingat, jangan sampai si ibu mengalami kejang. Jika tidak, kondisi menjadi buruk. Jika kondisi semakin memburuk, hal itu akan mempengaruhi fungsi jantung, hati dan paru-paru yang dapat menyebabkan kematian. Jika keadaan umum si ibu kian memburuk, dokter akan segera melakukan induksi atau bedah caesar untuk mempercepat kelahiran dan menyelamatkan ibu dan bayi.

Bisa Normal

Banyak yang beranggapan bahwa ibu hamil mengalami preeklamsia tidak bisa melahirkan normal. Apalagi pada kasus preeklamsia yang serius. Namun hal itu tidak sepenuhnya benar. Ibu hamil yang menderita preeklamsia bisa melahirkan dengan normal dengan syarat kehamilannya sudah cukup untuk dilahirkan dan dilihat adanya kematangan dari mulut rahim si ibu.
“Yang harus diperhatikan untuk penderita preeklamsia yang ingin melahirkan normal, yaitu menjaga supaya tidak terjadi kejang-kejang dan oksigenisasi. Dan yang terpenting, pemberian obat anti hipertensi,” terangnya.

Karena penyebab pasti preeklamsia belum diketahui, pencegahan dini yang dapat dilakukan adalah memastikan pemeriksaan rutin setiap bulan agar perkembangan berat badan serta tekanan darah ibu dapat terpantau dengan baik. Oleh karena itu, sangat disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan dirinya ke dokter secara rutin guna menangani penyakit ini sejak dini.

Tentu pola makan si ibu juga harus diperhatikan, mengingat obesitas juga bisa menjadi penyebab preeklamsia. Sebaiknya ibu menjalani pola makan yang sehat dengan menu seimbang. Idealnya pola makan sudah diterapkan sejak sebelum hamil atau ketika merencanakan kehamilan.
sumber : Okezone.com