Artikel | Berita | Tips | Refferensi | Jenis Penyakit | Kesehatan | Kecantikan | Pencegahan | Pengobatan | Hidup Sehat | Sensasi | Kesehatan Sex
Labels
- ARTIKEL
- BERITA
- Gangguan Hormon
- Gangguan Kesehatan
- Herbal
- Hidup Sehat
- Humor
- Ibu dan Anak
- Jenis Penyakit
- Kecantikan
- Kehamilan
- Khasiat
- Lain-Lain
- Motivasi Hidup
- Nutrition
- Nutrition-Metabolisme
- Pencegahan
- Pengobatan
- Pengobatan Alternatif
- Penyakit Darah
- Penyakit THT
- Peralatan Medis
- Psikologi
- Refferensi
- Rumah Tangga
- Sensasi Kesehatan
- Sex
- Tinggi Badan
- Tips Diet
Friday, May 16, 2014
MANFAAT TERONG UNGU
Thursday, April 4, 2013
- Sudah diatas 17 tahun dan iklas tanpa paksaan dari pihak lain
- Disetujui keluarga / ahli waris
- Terdaftar di Sekretariat Bank Mata Indonesia
- (Anda juga dapat mendapat form ini melalui DokterSehat.com , mencetak, mengisi dan menandatangani dan mengirimkan via email ke info@DokterSehat.com, kami akan bantu memproses formulir ke Bank Mata Indonesia dan akan mingirimkan kartu keanggotaan ke alamat anda GRATIS)
- Mengisi surat pernyataan lengkap
Friday, July 1, 2011
Lawan Kanker Hati Dengan Kulit Apel
Monday, April 25, 2011
Ketahui Khasiat Protein dan Lemak Susu
Thursday, February 24, 2011
Tips untuk membuat gigi putih cemerlang
Wednesday, February 23, 2011
Manfaat Putih Telur
Manfaat Mineral Bagi Tubuh
Manfaat dan Sumber Vitamin C
Tuesday, February 22, 2011
Manfaat Vitamin B untuk Kesehatan
Benarkah Rontgen saat Kehamilan dapat Menyebabkan Cacat pada Bayi.

- Minggu ke-3 hingga minggu ke-8 kehamilan, merupakan fase pembentukan organ pada janin, sehingga paparan radiasi bahkan pada dosis yang sangat rendah (0,1 Gray atau 10 Rad) pun, dapat menyebabkan abortus maupun cacat bawaan. Kelainan yang ditimbulkan tergantung pada sistem organ yang sedang dibentuk pada saat terjadinya radiasi.
- Minggu ke-8 hingga minggu ke-15 kehamilan, merupakan fase pembentukan sistem saraf pusat pada janin. Sehingga apabila terjadi paparan radiasi dengan dosis 30 Rad (0,3 Gray) pada fase ini, dapat mempengaruhi kecerdasan (tingkat intelektual) janin.
- Setelah minggu ke-16, janin menjadi lebih kebal terhadap paparan radiasi, tetapi tetap tidak boleh melebihi dosis tertentu.
Rahasia Sukses Menambah Tinggi Badan
Monday, February 21, 2011
5 Nasehat Yang Dibenci Wanita yang Masih Lajang
Karin Anderson, Ph.D., seorang asisten profesor psikologi di Concordia University Chicago pun mencoba menelusuri apa yang sebenarnya melukai perasaan wanita ketika ditanya seperti itu.
Berdasarkan poling yang dilakukan Anderson, ia menemukan bahwa wanita lajang yang terus menerus diberi saran dan petuah oleh orang-orang sekitarnya hanya akan membuat perasaan 'kesendiriannya' semakin parah dan memburuk.
Pesan-pesan yang masuk ke dalam otak seorang wanita lajang cenderung menjadi pertanyaan menyudutkan seperti 'kamu terlalu..' atau 'kamu kurang..'.
"Menjadi seorang wanita lajang di usia tertentu dan dikelilingi oleh rekan-rekan yang sudah menikah memang cukup sulit," ujar Anderson seperti dilansir Yourtango, Selasa (4/8/2009).
Wanita lajang seharusnya diberi tahu, 'kamu baik-baik saja, tidak ada yang salah jika belum menikah, nikmati saja hidupmu'. Mereka butuh diberi dukungan positif bukan saran yang justru menyudutkan.
Berikut ini adalah saran-saran yang sebaiknya tidak diajukan pada seorang wanita lajang, berdasarkan poling yang dilakukan oleh Anderson pada beberapa wanita lajang.
1. 'Mungkin Usahamu Kurang Keras'
Menurut Anderson, yang didengar seorang wanita lajang ketika diberi tahu seperti itu adalah 'kamu tidak pernah berusaha dan sering melewatkan kesempatan'.
Sebaiknya berilah semangat untuk menjalani sebuah hubungan baru dengan bahasa yang lebih nyaman dan enak didengar telinga. Usahakan beri saran sealami mungkin dan jangan kedengaran memaksa.
2. 'Cobalah Lebih Berdandan'
Memberi saran seperti ini mengarahkan wanita lajang untuk berpikir bahwa 'saya kurang cantik, semua pria hanya melirik wanita yang memakai lipstik dan menggunakan perona pipi, kepribadian saya kurang menarik'.
Seorang wanita akan menunjukkan dirinya sesuai dengan apa yang menurutnya cocok dan berguna untuk dirinya. Setiap wanita berhak menjadi dirinya sendiri.
Bagaimanapun dandanannya, pasti di luar sana setidaknya ada satu jenis pria yang akan menyukai dandanan dan kepribadian Anda. Membuatnya merubah ciri khas dan kepribadiannya tidak akan membuatnya merasa lebih lega.
3. 'Kamu Terlalu Pemilih'
Wanita lajang akan menganggap saran seperti ini sebagai bentuk diskriminasi. Sementara rekan-rekannya yang lain sudah mendapat pasangan, wanita lajang dianggap sebagai orang tolol karena terlalu banyak memilih kriteria pasangan.
Sebaiknya ubahlah saran seperti ini dengan menanyakan kriteria apa yang dicarinya, kemudian cobalah memberinya sedikit pengalaman, solusi atau kenalan dimana ia bisa menemukan kriteria yang diinginkannya tersebut.
4. 'Gunakan Taktik Yang Benar'
Mendengar saran seperti ini membuat mereka berinterpretasi 'mungkin kamu terlalu banyak mengintimidasi lawan jenis, beropini, berkelit,tidak bisa membuat pria nyaman dan sebaiknya bersikaplah manis di depan pria'.
"Hal ini membuat mereka berpikir untuk merubah identitas demi mendapatkan pasangan pria dan merubah sikapnya agar lebih nyaman ketika berada di dekat pria," ujar Anderson.
Menyarankan seorang wanita untuk merubah ciri khasnya sebenarnya bukan jalan keluar untuk mendapatkan pasangan, karena ketika kepribadian aslinya muncul dan ternyata tidak disukai pasangan prianya justru dapat menimbulkan masalah.
5. 'Jangan Hanya Diam Donk'
Mungkin yang mereka dengar dari pernyataan ini adalah 'kamu tidak pernah mencoba chating atau kamu lebih banyak mengurus pekerjaan' atau lebih buruk lagi 'kamu tidak bisa mengisi kehidupanmu dengan baik'.
Seorang wanita lajang tidak dapat didefinisikan sebagai wanita yang selalu sembunyi di rumah dan tidak pernah bertemu orang-orang setiap harinya. Mereka juga punya teman, keluarga, pekerjaan, dan sering mengadakan kegiatan.
Mungkin bukan karena tidak ada pria yang mau mendekati atau kepribadian Anda yang kurang baik, tapi hanya waktunya saja yang belum tepat. Percayalah, segalanya akan indah pada waktunya.
Monday, February 7, 2011
Ternyata Pria Ganteng dan Perempuan Cantik Punya IQ diatas Rata-Rata

Pria ganteng dan perempuan cantik sering dianggap dipayungi nasib baik. Penelitian baru ternyata mendukung pendapat tersebut. Menurut hasil penelitian, mereka yang bertampang menarik lebih pintar daripada kebanyakan orang.
Seperti dilansir Daily Mail, riset yang dilakukan di Inggris dan Amerika Serikat menunjukkan, pria dan perempuan menarik memiliki intelligence quotient (IQ) 14 poin di atas rata-rata kebanyakan orang. Penemuan ini memupus mitos yang berkembang bahwa si pirang itu bodoh atau pria ganteng tidak berisi.
Berdasarkan kajian yang dilakukan London School of Economics (LSE), mereka yang ganteng atau cantik akan menarik pasangan, tak hanya dari rupa, tetapi juga kepintarannya. Anak-anak dari pasangan ini cenderung mewarisi kedua kualitas itu.
"Daya tarik fisik secara positif berkaitan dengan kecerdasan umum, baik dengan ataupun tanpa kontrol dari kelas sosial, ukuran tubuh, dan kesehatan," ujar periset LSE, Satoshi Kanazawa, kepada Sunday Times.
Hubungan antara daya tarik dan kecerdasaan umum juga lebih kuat terlihat pada pria daripada di kalangan perempuan.
Dalam riset lain tentang status sosial, Kanazawa menemukan bahwa gadis berstatus sosial menengah cenderung memiliki IQ lebih tinggi daripada mereka yang berasal dari kelas pekerja.
Di antara jutaan contoh kombinasi kecantikan dan otak, ada supermodel Lily Cole, yang menuntut ilmu di Cambridge University; aktris Kate Beckinsale, lulusan Oxford; dan fisikawan Brian Cox, yang pernah bermain keyboard bersama D:ream.
Di Inggris, penelitian menyatakan bahwa pria yang menarik secara fisik memiliki IQ rata-rata 13,6 poin di atas normal, sementara perempuan sekitar 11,4 poin lebih tinggi.
Kesimpulan Kanazawa berdasarkan National Child Development Study yang memantau sekitar 17.419 orang sejak mereka dilahirkan pada Maret 1958. Sepanjang masa kecil hingga awal masa dewasa, relawan diberi serangkaian tes untuk menguji kemajuan akademik, kecerdasan, dan tanda-tanda penampilan.
Sementara itu, riset di Amerika didasarkan pada National Longitudinal Study of Adolescent Health yang melibatkan penelitian serupa dari 35.000 orang Amerika usia muda.
"Menurut kami, orang cantik lebih pintar adalah ilmiah. Ini bukan hukum untuk memperlakukan atau menilai orang lain," ungkap Kanazawa yang memuat risetnya dalam jurnal Intelligence.





