Showing posts with label Ibu dan Anak. Show all posts
Showing posts with label Ibu dan Anak. Show all posts

Tuesday, November 18, 2014

CARA MEMANDIKAN BAYI SESUAI ATURAN


  • Memandikan bayi memang tidak gampang apa lagi kalau bayinya tidak bisa diam atau gerak-gerak sana sisni, tapi kalau kita sudah biasa akan terasa mudah dan senang, Berikut di bawah ini langkah-langkah sewaktu kita memandikan bayi.
Alat-Alat Cara Memandikan Bayi Untuk Keperluannya
  • Anda harus sudah memiliki bak air khusus untuk memandikan bayi
  • Masak air dulu kira-kita cukup untuk memendikan bayi
  • Isi dulu baknya dengan air yang sudah di masak tadi terus campur dengan air dingin, pastikan suhunya pas untuk kulit bayi, jangan terlalu panas dan jangan pula terlalu dingin.
  • Buka dengan perlahan bedong atau bungkus bayi itu, siapakan alas di pinggang, pertama letakan bayinya di pinggang kita yang sudah di kasih alas kain.
  • Usap dulu dengan air mukanya, dan bersihin kedua matanya, serta bersihin juga hidungnya, dan juga telinganya, untuk membersihkan matanya anda bisa memakai kapas, dengan pelan-pelan.
  • Ajak bicara juga sang bayi itu dengan tutur sapa yang lembut, serta penuh kasih saying, agar supaya sewaktu di mandiin tidak rewel atau tidak nangis.
  • Basuh kepalanya secara perlahan, awas jangan sampe ada air yang masuk ke telinganya atau ke lobang hidungnya.
  • Sesudah membersihkan bagian wajah dan kepala, baru di rebahkan di dalam bak irnya, sambil di sangke dengan tangan anda, sambil di basuh seluruh badannya.
  • Pakekanlah sabun yang berbahan lembut pada kulit bayi, dan juga sampo dengan sampo khusus buat bayi, banyak di toko-toko peralatan bayi yang menjual sabun dan sampo khusus bayi.
  • Sesudah di sabunin basuh lagi dengan air sambil di bersihkan lekuk-lekuk tubuh serta lipatan yang ada di tubuhnya jangan lupa di bersihkan, Bagian kelaminnya juga bersihkan dengan hatiti dan perlahan, bagian pantat atau duburnya, bersikan juga jangan sampai ada kotoran,
  • Jangan lupa bagian lehernya juga bersihkan di pas lipatan-lipatannya, lihat bagian telinganya pastikan nggak ada sabun atau busah sampo yang masuk ke dalam, lipatan kaki juga jangan terlewatkan.
  • Setelah beres memandikannya bungkus dengan handuk yang lembut, khusus buat bayi, bersihkan jangan sampe ada air yang tersisa di tubuhnya, di bagian pantatnya bersihkan juga dengan handuk

Saturday, November 15, 2014

MENGENAL MASALAH UMUM PADA BAYI BARU LAHIR




Bayi yang baru lahir biasanya menderita penyakit kuning yang disebabkan terlalu banyaknya bilirubin dalam darahnya. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati (liver). Hal ini mengakibatkan bayi menguning di bagian mata dan kulit.

Hal semacam ini termasuk dalam masalah umum yang mempengaruhi hamper 80 persen bayi baru lahir selama minggu pertama kehidupan mereka. Biasanya pada hari ketiga atau keempat, kuning pada bayi masih terlihat jelas dan hilang pada hari ketuju atau kesepuluh. Penyakit ini tidak berbahaya dan bayi hanya perlu dijemur di bawah sinar matahari pagi secara rutin untuk mengatasinya. Paparan sinar matahari dan pemberian ASI secara rutin menjadi pengobatan sederhana yang bisa membantu eksresi bilirubin melalui urin bayi. Jika bilirubin bayi tinggi maka perlu pengobatan khusus seperti fototerapi dan konsultasikan dengan Dokter anak kita.


Tali pusat bermanfaat menyediakan makanan bayi dan oksigen selama nayi masih di dalam rahim ibunya. Tetapi seteah lahir, bayi tidak tergantung tali pusat lagi untuk sebagai penyalur makanannya dan tali pusat ini akan di potong.

Untuk perawatan tali pusat yang telah dipotong harus dilakukan dengan hati-hati, karena area ini harus selalu bersih dan kering agar tidak terjadi infeksi. Jangan tutupi dengan kain, popok atau bahkan mengaplikasikan bedak untuk mengeringkannya. Potongan tali pusat akan mengerut, kering dan rontok dalam waktu kurang dari sebulan.


Bayi menangis dalam waktu lama atau berjam-jam merupakan jhal yang wajar bagi bayi yang baru lahir. Biasanya hal ini terjadi karena bayi menelan udara saat mengambil napas, udara ini lolos dari perut langsung ke usus menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan bagi bayi. Biasanya kondisi ini hanya sementara dan usahakan jangan memberikan obat apapun hingga bayi bersendawa.

Dengan bersendawa maka akan membawa udara yang tertelan bayi tersebut keluar dan akan memberikan rasa lega pada bayi. Juga jangan panik jika bayi sering bersendawa atau cegukan setelah mengkonsumsi ASI, kondisi ini akan normal setelah bayi brusia 3 bulan.


Biasanya kebanyakan bayi sulit membuka matanya dan bahkan tidak jarang ditemui/terlihat kotoran kental kekuningan dari mata bayi. Hal ini disebabkan adanaya penyumbatan saluran air mata dan kita harus membersihkannya dengan hati-hati sehingga bisa membantu bayi untuk membuka matanya dengan lebar.
Gunakanlah kapas yang steril yang sudah direndam dengan air mendidih dan dihangatkan untuk menghindari infeksi dan yang lebih penting lagi jangan pernah mencampurkan kapas mata dengan kapas pembersih kotoran bayi.


Gumoh atau Muntah pada bayi yang baru lahir masih dianggap lumrah terjadi da biasanya hal ini terjadi ketika bayi mengalami kelebihan lender di perutnya. Jika bayi kita sering mengalami hal ini, cobalah memberi bayi makan dalam porsi kecil, namun sering dan biarkan bayi bersendawa setelah minum ASI. Cara ini bisa membantu dan membuat bayi lega.

Namun jika bayi mengalami demam dan muntah berulang kali, segeralah bawa bayi ke dokter kepercayaan kita dan kita harus memperhatikan jangan sampai bayi mengalami dehidrasi. Berikan asupan cairan yang cukup. Selain gumoh atau muntah bayi juga sering berketombe yang biasanya juga disebut “cap cradle”. Biasanya berupa serpihan kekuningan atau putih dan berkerak pada pada kulit kepalanya, yang sulit untuk dihilangkan. Kita jangan panic dan jangan membatasi penggunaan minyak dan mencuci rambut bayi. Kondisi ini akan mereda dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi kita.

Saturday, October 11, 2014

TAHAPAN PENGLIHATAN PADA BAYI BERDASARKAN UMUR


Penglihatan merupakan keterampilan yang dipelajari dari mulai bayi anda lahir. Dengan stimulasi yang tepat dapat membantu mengoptimalkan kemampuan penglihatan bayi. Sebelum anda memberikan stimulasi pada penglihatan bayi anda yang akan membantu dalam menggerakan bola mata, mengkordinasi kedua mata dan memfokuskan mata, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu informasi mengenai tahapan penglihatan bayi sesuai dengan usia bayi anda.

Sebelum belajar meraih benda, merangkak atau duduk bayi anda terlebih dahulu memperoleh informasi dari apa yang dilihatnya. Kemampuan ini sangat mengagumkan karena dengan cara ini bayi anda lebih mengenai warna-warni dan mengenali wajah orangtuanya.

Berikut adalah tahap penglihatan bayi sesuai usia :

Bayi Baru Lahir

Pada saat bayi lahir memiliki daya penglihatan yang belum sempurna. Meskipun demikian bayi lebih menyukai melihat visual wajah ibu. Kemampuan bayi yang baru lahir hanya dapat melihat orang dan objek dengan jarak pandang 19,6cm-29,4 cm. Meskipun demikian ini sudah dapat mengenali anda ketika memberikan ASI dengan mengenali wajah. Perkembangan selanjutnya pada usia 6 minggu yang mampu mengenali objek atau bendayang dapat berpindah dari arah kanan atau kirinya. Stimulasi penglihatan pada bayi sebenarnya sudah mampu anda lakukan semenjak di dalam kandungan . Anda dapat memberikan paparan cahaya untuk dapat membantu merangsang bayi anda. Setelah lahir anda dapat menstimulasi dengan cara memberikan ASI karena kandungannya yang dapat membantu penglihatan yang baik terutama jaringan saraf retina bayi.

Bayi  Usia 3-5 Bulan

Pada usia ini, bayi sudah dapat fokus dan melihat pergerakan benda atau objek yang bergerak di kanan kirinya. Memasuki usia 4 bulan bayi anda akan lebih sensitif terhadap cahaya. Pada usia 3 bulan deteksi cahaya seorang bayi hanya 10 kali lipat dari usia orang dewasa sehingga anda dapat meredupkan lampu sedikit lebih redup. Untuk melakukan stimulasinya anda dapat merangsang bayi anda dengan membuat kamar tidurnya penuh dengan warna ceria, dengan ini akan membantu dalam perkembangan penglihatan bayi anda. Jauhkan pula lampu malam sehingga dapat memberikan stimulasi optimal.

Bayi Usia 6-10 Bulan

Pada usia 6 bulan penglihatan bayi anda memasuki tahap sempurna dikarenakan kemampuannya dalam melihat dengan jelasdan akurat untuk mengikuti objek atau benda yang bergerak. Pada usia ini mengalami kontrol gerakan mata dan kordinasi. Untuk memberikan stimulasinya anda mengenalkan mainan bayi dengan beranekaragam warna dan juga mengenalkan buku cerita dan juga dapat anda ajak untuk menikmati pemandangan.

Bayi Usia 11-18 Bulan

Kemampuan bayi anda sudah lebih berkembang, bayi sudah dapat melihat benda yang bergerak dengan cepat. Baru pada usia 15 hingga 18 bulan kemampuannya dapat berkembang dengan baik sama dengan penglihatan orang dewasa. Stimulasi yang dilakukan adalah dengan merangsang perkembangan mata-tangan dan tubuh bayi dengan bermain di lantai dan dorong untuk menggapai objek. Tempatkan mainan favoritnya sehingga dia meraih dan mengingatnya sambil melatih kemampuan merangkaknya.
disarikan dari http://bidanku.com

MENGATASI SUSAH BAB PADA BAYI


Bayi bisa mengalami konstipasi atau sulit buang air besar bilamana frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali per minggu, dengan kondisi tinja (feses) yang keras sehingga harus lebih me-ngeden dan bayi atau anak sering menangis kesakitan untuk mengeluarkan tinja saat buang air besar (BAB). Biasanya hal ini terjadi pada bayi yang berusia diatas 1 tahun. 

Andaikata pun terjadi pada bayi pada usia kurang dari 1 tahun, lebih disebabkan kurangnya konsumsi air minum, banyak mengkonsumsi susu formula, atau orang tua memaksakan bayi untuk mengkonsumsi makanan dengan tekstur lebih padat sebelum waktunya (usia kurang dari 1 tahun). 

Sembelit merupakan kelainan yang terjadi pada saluran pencernaan dan karena berbagai faktor penyebab, seperti :
  • Kurang konsumsi air minum menyebabkan saluran pencernaan terganggu
  • Pola makan yang tidak sehat yakni kurangnya konsumsi makanan mengandung serat
  • Pemberian susu formula yang kurang tepat dengan kadar keenceran yang tidak pas
  • Pemberian makanan tambahan, dengan tekstur agak kental atau padat padahal usus bayi belum terbiasa mencerna makanan dengan tekstur seperti itu
  • Hirschprung yakni kelainan syaraf pada usus besar bagian bawah, mulai anus hingga usus di atasnya, sehingga usus tidak mampu melakukan gerakan peristaltik (meremas), yang berakibat penyumbatan kotoran pada usus.
  • Menghadapi masalah sulit buang air besar atau sembelit terutama pada bayi, seringkali membuat resah dan panik para orang tua. Namun anda tidak perlu khawatir, mudah-mudahan informasi berikut ini bisa membantu Anda mengatasi kesulitan buang air besar pada bayi dan anak anda. Yuk, simak 11 Tips ampuh mengatasi susah buang air besar pada bayi dan anak berikut ini :
  • Berikan makanan yang mengandung serat yakni dengan memberikan buah-buahan seperti papaya, atau jus buah alami (buah di blender) dan berikan sayuran setiap harinya (misalnya sayuran yang di sup).
  • Jika bayi anda masih mengkonsumsi ASI, pastikan anda sebagai ibunya mengkonsumsi cukup serat seperti sayuran dan buahan setiap hari
  • Berikan kacang merah (dibuat sup kacang merah) sebagai sayuran atau bisa dengan memberikan makanan agar-agar yang mengandung serat
  • Mandikan bayi Anda dengan air hangat agar tubuhnya menjadi rileks sehingga bisa melancarkan buang air besarnya
  • Berikan air minum (air putih) setiap hari minimal 0.5-0.8 liter (pemberian minum dilakukan secara bertahap sedikit-sedikit namun sering), cara mudahnya anda sediakan saja botol air mineral sesuai ukuran setiap air dan usahakan agar bayi atau anak anda menghabiskannya setiap hari
  • Jika bayi atau anak anda mengkonsumsi susu formula, coba diencerkan susunya (jumlah air lebih banyak dibanding susu). Jika ini tidak juga menyelesaikan masalah sulit buang besar pada bayi anda, segera ganti susu formulanya dengan yang lain atau ganti dengan susu soya (susu kedelai)
  • Berikan tepung sagu (nama latinnya Metroxylon Sago Rottb) yang biasa dikonsumsi masyarakat di Indonesia Timur sebagai bahan makanan. Sagu mengandung serat yang bisa menjaga mikroflora usus. Penyajian sagu bisa dibuatkan berupa bubur dari tepung sagu yang dimasak, seperti bubur mutiara yang biasanya terbuat dari sari pati sagu yang berbentuk bola-bola kecil dan lebih nikmat dimakan bersama gula jawa ditambah sedikit santan.
  • Jika anda repot menyediakan sagu dalam bentuk bubur, bisa anda coba melarutkan 3 - 5 sendok makan tepung sagu dalam segelas air hangat, campurkan gula jawa dan garam sebagai penyedap alami dan berikan kepada bayi atau anak anda dengan frekuensi 3 x sehari dan waktu penyajian ½ jam sebelum waktu makan bayi atau anak anda.
  • Selain untuk mengatasi susah buang air besar, sagu juga bermanfaat sebagai obat untuk penyakit lain seperti maag, kanker usus, disentri, dan berbagai penyakit lainnya yang berhubungan dengan saluran pencernaan.
  • Jangan anda coba-coba memberikan bayi Anda obat pencahar tanpa resep dokter, karena salah-salah justru akan menimbulkan iritasi pada anus bayi atau anak anda.
  • Jika tips diatas tidak juga membuahkan hasil, segera bawa bayi atau anak Anda ke dokter untuk berkonsultasi masalah sembelit atau konstipasi ini. Dokter akan mendiagnosa dan mencari tahu penyebab serta akan memberikan penanganan medis yang tepat untuk bayi atau anak anda. Dokter biasanya akan memberikan resep obat-obatan untuk melicinkan jalan kotoran di bagian pencernaan (usus) sehingga bisa membantu memperlancar buang air besar.

Tuesday, October 7, 2014

Info Tentang Infeksi Vagina (Vulvovaginitis)


Apakah vulvovaginitis?
Jika putri Anda mengeluh sakit atau menggaruk kemaluannya, dia mungkin menderita vulvovaginitis, yaitu peradangan pada daerah vulva dan vagina. Hal ini merupakan masalah ginekologi yang paling umum pada wanita.

Meskipun infeksi vagina sering dikaitkan dengan aktivitas seksual, anak perempuan yang belum mencapai pubertas sangat rentan terhadap vulvovaginitis untuk alasan yang tidak berhubungan sama sekali dengan masalah seks.

Karena putri Anda belum memiliki rambut kemaluan atau lemak di daerah kemaluan sebagai perlindungan terhadap infeksi – pakaian, bahan kimia, sabun, dan obat-obatan dengan mudah dapat mengiritasi kulit daerah kemaluan. Bahkan benda asing yang tertinggal di situ – seperti sisa kertas toilet – dapat menyebabkan peradangan.

Tidak seperti wanita dewasa, putri Anda belum memiliki cukup hormon estrogen untuk melindungi saluran vagina, dan pH vaginanya tinggi, menciptakan lingkungan yang subur bagi bakteri untuk tumbuh. Putri Anda juga mungkin belum dapat mencuci/ membersihkan daerah kemaluannya dari depan ke belakang. (lihat arah panah pada gambar).

Apa gejala dari vulvovaginitis?
Pada mulanya Anda mungkin melihat putri Anda menggaruk atau menggosok daerah selangkangannya, duduk atau berjalan dengan cara yang tidak nyaman. Selanjutnya putri Anda akan mengeluhkan nyeri di daerah kemaluan. Ketika Anda memeriksanya, daerah kemaluan akan tampak merah dan mungkin bengkak.

Seringkali, meskipun tidak selalu, Anda akan melihat keluarnya cairan berwarna kuning, hijau atau kecoklatan dari daerah vagina. Cairan tersebut biasanya memiliki bau yang tidak enak. Putri Anda mungkin mengeluh nyeri waktu buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh air seni yang menyentuh daerah yang teriritasi/terinfeksi - meskipun hal ini sering disalahartikan sebagai tanda infeksi saluran kemih. Jika anak Anda memiliki gejala-gejala tersebut, periksakan segera ke dokter anak.

Apa yang menyebabkan vulvovaginitis?
Ada banyak hal yang dapat menyebabkan vulvovaginitis, berikut ini adalah beberapa penyebab utamanya :

Ketidakseimbangan bakteri. Dalam keadaan normal, di daerah vagina hidup banyak bakteri yang tidak membahayakan tubuh. Vulvovaginitis terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan bakteri tersebut. Alasan pasti dari pertumbuhan bakteri yang berlebih ini tidak selalu diketahui, meskipun kadang-kadang keseimbangan tersebut terganggu akibat pemakaian antibiotik, atau dengan adanya bakteri baru – disebabkan karena menyentuh kemaluan dengan tangan yang kotor.

Hygiene/ Kebersihan. Secara anatomi, pada wanita jarak antara vagina dan anus sangatlah dekat , dan juga diperparah dengan cara membersihkan/mencuci daerah kemaluan yang salah. Hal ini menyebabkan kuman E. coli dan bakteri lain dari saluran pencernaan dapat dengan mudah masuk ke lubang kemaluan.

Posisi saat buang air kecil. Seperti pada kebanyakan anak, putri Anda mungkin buang air kecil dengan lutut yang rapat (tidak terbuka lebar). Hal ini meningkatkan kemungkinan air seni akan naik ke vaginanya dan menyebabkan infeksi.

Cacing kremi. Infeksi parasit ini sering terjadi pada anak. Cacing kremi biasanya bertelur di sekitar anus, jika putri Anda memiliki cacing kremi, maka cacing tersebut akan menyebabkan rasa gatal dan iritasi dan akan menyebar ke daerah kemaluan.

Benda asing. Sisa kertas toilet atau benda lainnya dapat ditemukan dalam kemaluan putri Anda, menyebabkan bau dan keluarnya cairan, bahkan dapat berdarah.

Iritasi eksternal. Kadang-kadang pada cuaca yang panas dan penggunaan pakaian/celana yang ketat dapat menyebabkan peradangan pada kulit kemaluan. Gelembung mandi dan sabun yang keras juga dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal.

Jamur Candida. Walaupun infeksi jamur adalah gangguan umum untuk wanita dewasa, infeksi ini biasanya tidak menggangu gadis yang belum masuk masa pubertas. Jamur ini menyebabkan cairan dari kemaluan berwarna kuning keputihan seperti keju.

Pelecehan seksual. Jika hasil pemeriksaan laboratorium putri Anda positif untuk penyakit menular seksual: trichomoniasis, chlamydia, dan gonorrhea – maka ia perlu dievaluasi untuk kasus pelecehan seksual.

Bagaimana vulvovaginitis didiagnosis dan diobati?
Pertama, dokter akan berbicara dengan Anda dan putri Anda tentang gejala dansetiap penyakit baru atau obat yang telah digunakan, tentang bagaimana putri Anda mandi dan jenis pakaian apa yang dia suka pakai, dan tentang bagaimana dia mencuci/ membersihkan daerah kemaluan.

Selanjutnya dokter akan memeriksa daerah sebelah luar kemaluan putri Anda. Pemeriksaan ini tidak akan menyakiti atau mengganggu secara fisik. Jika ada cairan yang keluar, dokter akan mengambil sampel usapan pada vagina untuk selanjutnya diperiksakan ke laboratorium. Selanjutnya dokter Anda akan mengobati infeksi vulvovaginitis ini sesuai dengan penyebabnya.

Cara untuk meringankan rasa sakitnya, dengan mandi air hangat sering (tanpa menggunakan sabun pada daerah kemaluan). Perlu juga dibiasakan cara mencuci/membersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang ; mengenakan pakaian katun longgar untuk memungkinkan udara masuk dan menjaga kemaluan tidak lembab/basah .

Bagaimana cara pencegahan vulvovaginitis ?
  • Jaga daerah kemaluan sebersih mungkin dengan memastikan ia mencuci/ membersihkan kemaluan dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Ajari putri Anda untuk kencing dengan kedua lutut terbuka (tidak merapat), yang akan mencegah air seni naik ke daerah vaginanya.
  • Kurangi aktivitas yang terlalu banyak memberikan tekanan langsung pada daerah kemaluan, misalnya: bersepeda, menunggang kuda, dsb.
  • Hindari berendam di air panas. Jangan berenang di kolam dengan chlorin yang terlalu tinggi. Setelah berenang atau saat pakaian/celana basah – segera ganti dengan yang kering.
  • Bila putri Anda terlalu gemuk (obesitas), maka perlu untuk menurunkan berat badannya sampai mencapai berat badan ideal. Kegemukan membuat daerah kemaluan tertutup dan menjadi lebih basah/lembab – yang meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi/infeksi.
  • Hindari mandi gelembung dan sabun yang keras, juga hindari antiseptik dan sampo pada daerah kemaluan putri Anda. Bilas dengan baik setelah mandi. Jika putri Anda sering mendapatkanvulvovaginitis, coba beralihlah menggunakan shower.
  • Lihat bahwa putri Anda benar-benar kering (termasuk daerah kemaluan) setelah mandi, sebelum dia berpakaian.
  • Aturan berpakaian yang baik : Jangan gunakan jeans ketat, celana nilon, piyama dengan kaki dijahit, atau pakaian lain yang mengganggu sirkulasi udara. Lebih banyak gunakan katun yang longgar. Batasi waktu penggunaan baju ketat, celana ketat, dan pakaian mandi/berenang dari nilon. Cuci pakaian dalamnya dengan deterjen ringan dan tidak menggunakan aditif pengering seperti pelembut kain.
dr Sony Prabowo, Sp.A

Tuesday, September 30, 2014

GANGGUAN MATA PADA BALITA


Beberapa Gangguan Mata Bayi Berair Yang Perlu Diperhatikan 
  • Kemungkinan infeksi jalan lahir. Jika tampak ada kotoran seperti nanah di mata bayi, segeralah diobati secara tuntas, karena dikhawatirkan bayi terinfeksi bakteri gonokokus.
  • Saluran air mata tersumbat. Keluarnya air mata berlebihan pada bayi dapat disebabkan karena penyempitan saluran air mata, yang normalnya dialirkan ke daerah hidung. Hal ini biasanya berlangsung sementara saja. Dokter biasanya memberi obat tetes antibiotik untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi, dan orang tua diajari memijit pangkal hidung secara rutin setiap hari untuk membuka sumbatan.
  • Namun, jika mata tetap berair setelah dipijat, pembilasan dan penyelidik sistem drainase dapat dilakukan untuk melubangi membran penyumbat. Ini biasanya dilakukan ketika anak berusia kurang dari satu tahun. Pembilasan atau penyelidik dapat diulang jika mata tetap berair. Jika mata masih tetap berair setelah upaya upaya tersebut, diperlukan prosedur operasi kecil untuk membuka penyumbatan.
  • Upayakan Pencegahannya sebagai berikut :
  • Upayakan balita tidak tidur dengan wajah tertutup bantal, agar matanya tidak kemasukan kotoran atau debu pada bantal. Bila balita punya riwayat alergi, pakaikan pelindung mata, topi atau kacamata saat keluar rumah.
  • Biasakan anak tidak mengucek matanya, karena akan memicu mata perih, iritasi dan produksi air mata lebih banyak.
  • Gunakan obat tetes mata atau tisu bersih untuk mengusap mata balita bila terasa gatal dan perih.
Cara Pengobatan Tradisional 

  • Gunakan air rendaman daun sirih dengan dioleskan menggunakan kapas bersih pada mata bayi setiap pagi dan sore setelah mandi.
Cara pemakaian : 
    • Ambil beberapa lembar daun sirih 2 atau 3 lembar yang masih bersih.
    • Rendam dalam air hangat sampai airnya menjadi dingin.
    • Gunakan kapas, oleskan/usapkan pada mata yang berair atau belekan
    • Lakukan minimal 2 kali sehari setelah bayi dimandikan pada pagi dan sore hari.

Kebanyakan sumbatan akan membuka spontan sendiri sebelum umur 7 bulan, sehingga tidak lagi belekan dan jarang membutuhkan tindakan operasi. Kalau belekan bertambah atau usia anak lebih 7 bulan sebaiknya bawa ke dokter mata.

Wednesday, August 20, 2014

JANGAN SEMBARANGAN MENCUBIT PIPI BAYI

Meski dilakukan sebagai ekspresi sayang, sikap gemas orang dewasa yang diwujudkan dengan mencubit pipi atau mengelitiki pinggang si kecil, dapat membuat dirinya merasa tak nyaman. Apalagi jika yang melakukan adalah orang yang tak dikenal. Respons anak pun berbeda-beda. Ada yang tertawa "terpaksa" akibat kegelian, ada juga yang melengos tanpa basa-basi. Anak yang dikelitiki tanpa berhenti, meski tertawa-tawa, bisa saja mengalami kesulitan menarik nafas.
Jika orang dewasa kerap mencium, memeluk, mencubit, atau menggelitiki anak, wajar saja kalau anak yang menjadi "korban" sampai menyimpulkan bahwa ciuman atau pelukan tidak lagi menjadi hal yang menyenangkan. Hal itu dianggap bukan wujud rasa sayang, dan tidak memberikan rasa aman. Padahal, orang yang melakukan itu tak bermaksud menyakiti.

Belajar dari pengalaman buruk tersebut, terang saja jika si kecil jadi enggan dicium dan dipeluk oleh kedua orangtuanya. Membuatnya kembali percaya bahwa pelukan dan ciuman merupakan ekspresi kasih sayang bisa makan waktu lama jjika anak terlanjur trauma.
Jadi takut
Trauma akibat "disakiti" membuat anak ketakutan, apalagi jika bertemu kembali dengan orang yang menyakitinya. Boleh jadi, ketika bertemu kembali, ia menunjukkan reaksi tegang dengan memegang erat ibu atau ayahnya, menyembunyikan wajah, tampak gelisah, bahkan akhirnya menangis. Ekspresi itu menunjukkan ia merasa tidak aman dan nyaman. Terhadap orang asing yang mencoba bersikap akrab, tentunya ia akan jaga jarak dulu dan bersiap-siap kalau-kalau ia diperlakukan sama seperti pengalaman sebelumnya. Padahal, orang tersebut mungkin tidak berniat untuk mencubit pipi, menggelitiki, memeluk, atau menciumnya, tetapi hanya ingin tahu nama dan menyapa, misalnya.

Faktor emosi si batita pun bisa menjadi tidak stabil karena suasana nyaman yang awalnya terbangun, terpecahkan oleh "perilaku" orang lain yang secara tak sadar justru membuatnya tak nyaman. Ujung-ujungnya hal ini bisa mengganggu kemauannya untuk bereksplorasi, berinteraksi sosial, bermain, mengembangkan kreativitas, dan sebagainya.

Pada tahap selanjutnya ia menjadi kurang percaya diri, tidak percaya pada lingkungan, mood-nya sering berubah menjadi negatif karena muncul rasa benci, kesal, marah, akibat diperlakukan tidak menyenangkan.

Nah, masalah lainnya, orangtua terkadang seolah mendukung apa yang dilakukan orang lain tersebut terhadap diri si kecil. Padahal sebenarnya anak ingin berlindung pada orangtua.

Menolak halus
Untuk menghindari perlakukan seperti ini, mau tak mau kita mesti mewaspadai atau menjaga jarak begitu melihat orang lain yang tampak gemas pada si kecil. Coba alihkan keinginan orang itu menjawil pipi si kecil dengan mengatakan, "Eh Sayang, Tante ini mau salaman sama kamu, ayo salamnya bagaimana?"

Kalaupun si kecil mulai merasa tak nyaman dan rewel, katakan pada orang itu, "Oh, Tante, dia maunya dibelai, enggak mau dicubit-cubit." Jadi kitalah yang memberitahu orang itu secara halus untuk tidak mencubit, menggelitik, dan menggoda model lainnya karena si kecil tak menyukai hal tersebut.

Kalau orang tersebut tetap tampak melampiaskan kegemasannya, sebaiknya segeralah beranjak dengan alasan seperti, "Nak, waktunya makan siang ya. Yuk, pulang dulu. Dadah sama Tante ya, bilang mau pulang dulu ya, Tante."

Orangtua memang perlu mengantisipasi dampaknya, sehingga jangan sampai si kecil tak mau berinteraksi gara-gara takut atau trauma akibat dicubit, digelitiki, dan sebagainya. Lantaran itu, ungkapan rasa gemas sebaiknya tidak terlalu ekspresif sehingga bisa menyakiti si kecil. Tunjukkan saja dalam bentuk belaian, usapan, atau sekadar senyuman dan kata-kata. Misalnya, "Aduh, lucunya kamu. Tante suka deh sama rambutmu yang kriwil-kriwil."

Dengan cara yang tidak berlebihan seperti itu, anak dan orangtua dapat menangkap kesan bahwa segala sesuatunya berjalan terkendali sehingga aman dan nyaman. Perkembangan psikis si batita pun tidak terganggu karena ia tetap merasa aman, nyaman, terlindungi, dihargai, dan bisa percaya diri karena emosinya stabil.

Selain itu orangtua juga perlu memberi rasa tenang pada si batita bahwa orang yang hendak berinteraksi dengannya itu dapat memberikan rasa aman dan nyaman, serta dapat dipercaya. Beritahu bahwa orang itu hanya mau mengenal namanya. Dengan begitu si kecil yakin orang itu takkan melakukan sesuatu yang menyakitkan hanya karena gemas.

(dari berbagai sumber)

Sunday, June 8, 2014

TIPS UNTUK ORANGTUA ATASI ANAK YANG PEMALU


Jika Anda mempunyai anak yang pemalu, jangan sekali-kali 'melabelnya', karena akan membuat rasa malu anak semakin menjadi. Ingat, anak akan berperilaku sesuai dengan apa yang dilabelkan. Anda bisa turut andil meminimalkan sifat pemalu pada anak. 

Yang pertaa Anda harus lakukan adalah mencari tahu apa penyebabnya serta dalam situasi dan kondisi seperti apa anak menjadi pemalu. Apakah hanya ketika di luar rumah, di saat situasi tertentu saja, dan sebagainya.


Selanjutnya, orangtua bisa melakukan beberapa tips dibawah ini :

1. Ajari anak untuk bersikap, berperilaku, mau pun bertata krama dalam beragam situasi tertentu. Bagaimana ia belajar memulai percakapan dengan menyapa temannya. Misalnya menanyakan kabar, memuji penampilan, atau membagi makanan ringan yang dibawanya. Setelah komunikasi pertama berjalan lancar, anak bisa belajar mengangkat topik yang sedang hangat atau menjadi kesukaan anak.

2. Beri anak pelatihan agar ia terampil bicara di depan orang banyak atau umum, dimulai dengan berbicara di depan cermin, lalu di depan orangtua dan saudaranya di rumah.

3. Ajarkan juga agar ia dapat memimpin dengan memberinya tugas dan tanggung jawab, seperti memimpin doa di kelas.

4. Doronglah ia agar berani dan terbuka saat mengungkapkan unek-unek atas kekesalannya.

5. Orangtua memberikan contoh, bagaimana menjadi pribadi yang percaya diri dan berani, sehingga anak bisa menirunya. Saat berada di restoran, lalu mendapatkan makanan yang tidak sesuai pesanan, misalnya, orangtua berani memanggil pramusaji untuk memintanya menggantinya.

6. Ciptakan lingkungan yang aman bagi anak, sehingga anak tidak merasa cemas atau takut dipersalahkan, ditertawakan, dimarahi, dan sebagainya.

7. Bantu anak membuat dirinya merasa nyaman dengan perasaannya, juga membantu menumbuhkan rasa percaya dirinya dengan berbagai keterampilan. 

Bila orangtua merasa sudah maksimal namun tetap tak berhasil mengubah sifat pemalu anak, tak ada salahnya meminta bantuan ahli. Dengan begitu, potensi dan kemampuan sosialisasi anak tidak terganggu karena rasa malu yang berlebihan.

MANFAAT BERMAIN UNTUK KECERDASAN ANAK




Berikut ini 9 manfaat bermain bagi anak menurut buku 'Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi dan Balita' yang ditulis oleh Psikolog Effiana Yuriastien dan kawan-kawan:

1. Memahami diri sendiri dan mengembangkan harga diri
Ketika bermain, anak akan menentukan pilihan-pilihan. Mereka harus memilih apa yang akan dimainkan. Anak juga memilih di mana dan dengan siapa mereka bermain.

Semua pilihan itu akan membantu terbentuknya gambaran tentang diri mereka dan membuatnya merasa mampu mengendalikan diri. Permainan memotong kertas, mengatur letak atau mewarnai misalnya dapat dilakukan dalam beragam bentuk. Tidak ada batasan yang harus diikuti.

Identitas dan kepercayaan diri dapat berkembang tanpa rasa ketakutan akan kalah atau gagal. Pada saat anak menjadi semakin dewasa dan identitasnya telah terbentuk dengan lebih baik, mereka akan semakin mampu menghadapi tantangan permainan yang terstruktur, bertujuan dan lebih dibatasi oleh aturan-aturan.

2. Menemukan apa yang dapat mereka lakukan dan mengembangkan kepercayaan diri.
Permainan mendorong berkembangnya keterampilan, fisik, sosial dan intelektual. Misalnya perkembangan keterampilan sosial dapat terlihat dari cara anak mendekati dan bersama dengan orang lain, berkompromi serta bernegosiasi.

Apabila anak mengalami kegagalan saat melakukan suatu permainan, hal itu akan membantu mereka menghadapi kegagalan dalam arti sebenarnya dan mengelolanya pada saat mereka benar-benar harus bertanggungjawab.

3. Melatih mental anak
Ketika bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki sekaligus mendapatkan pengetahuan baru.

Orangtua akan dapat semakin mengenal anak dengan mengamati saat bermain. Bahkan, lewat permainan (terutama bermain pura-pura) orangtua juga dapat menemukan kesan-kesan dan harapan anak terhadap orangtua serta keluarganya.

4. Meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stres
Kreativitas anak akan berkembang melalui permainan. Ide-ide yang orisinil akan keluar dari pikiran mereka, walaupun kadang terasa abstrak untuk orangtua.

Bermain juga dapat membantu anak untuk lepas dari stres kehidupan sehari-hari. Stres pada anak biasanya disebabkan oleh rutinitas harian yang membosankan.

5. Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak
Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran 'baik' dan 'jahat', hal ini membuat mereka kaya akan pengalaman emosi. Anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.

6. Melatih motorik dan mengasah daya analisa anak
Melalui permainan, anak dapat belajar banyak gal. Di antaranya melatih kemampuan menyeimbangkan antara motorik halus dan kasar. Hal ini sangat memengaruhi perkembangan psikologisnya.

Permainan akan memberi kesempatan anak untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus memecahkan masalah. Anak-anak akan berusaha menganalisa dan memahami persoalan yang terdapat dalam setiap permainan.

7. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan anak
Kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain, seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata, mungkin akan memperlohen pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara saat bermain.

8. Standar moral
Walaupun anak belajar di rumah dan sekolah tentang apa yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok, tidak ada pemaksaan standar moral selain dalam kelompok bermain.

9. Mengembangkan otak kanan anak
Bermain memiliki aspek-aspek yang menyenangkan dan membuka kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya serta mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Dengan begitu, bermain memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah baik di sekolah maupun di rumah.

Catatan: Berikanlah pujian kepada anak dengan menggunakan kalimat yang positif dan mampu menjadi penyemangatnya dalam melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi. Contoh, saat anak diminta mengambil spidol warna merah, awali dengan kata 'tolong'. Jika anak berhasil mengambilnya, berikan pujian dan ucapkan terimakasih.

Demikian juga ketika ia tidak berhasil menemukannya, ucapkanlah kalimat positif yang tidak mematahkan semangatnya. Tetap ucapkan terimakasih atas hasil jerih payahnya. Misalnya saja, "Makasih ya adik sudah mencarikan spidolnya. Spidolnya ada di dekat buku gambar adik."

INFO TENTANG BAYI TIDUR NGOROK



Sebenarnya bayi ngorok adalah hal yang wajar selama tidak mengganggu kesehatan bayi dan memang hal ini sering terjadi pada banyak bayi. Bahkan bayi ngorok bisa menjadi penanda bahwa tidur bayi sangat pulas dan memiliki kualitas tidur yang baik.

Bayi ngorok tidaklah berbahaya jika tetap bisa beraktivitas dengan baik, masih bisa makan atau menyusui dengan lancar, dan tidak mengalami gangguan penyakit atau demam. Bayi ngorok ini disebabkan karena terjadinya penyumbatan pada jalan napasnya. Jadi pada saat bayi ngorok, aliran udara yang masuk dan keluar melalui hidung tidak lancar akibatnya timbul bunyi nafas.

Beberapa bayi mengalami penyumbatan saluran nafas karena banyak faktor. Misalnya karena bayi memiliki riwayat alergi seperti alergi debu, binatang, asap rokok dan sebagainya. Jika hal ini yang terjadi, maka cara mengatasinya adalah mengenali alergi bayi terlebih dulu dan hindarkan dari pemicunya. Selain itu, bayi ngorok bisa menjadi pertanda dia mengalami obesitas. Jika hal ini yang terjadi maka pola makan bayi harus mulai dijaga. Bisa juga bayi ngorok karena sedang flu.

Cara mengatasi bayi ngorok karena flu
Dengan menegakkan tubuh bayi dengan menyangganya menggunakan tangan kemudian mengusap dadanya secara pelan. Bisa juga mengatasi dengan meletakkan bayi agar tengkurap lalu menepuk punggungnya. Namun jangan melakukan hal ini jika bayi baru saja makan.

Cara lain untuk mengatasi bayi ngorok
Dengan mengubah posisi saat tidur yakni memiringkannya. Memiringkan posisi tidur bayi bisa lebih memperlancar saluran nafas dan mengurangi suara ngorok. Cara lainnya adalah dengan bersabar karena mengorok ini akan hilang dengan sendirinya. Semakin bayi mengalami pertambahan usia, suara mengoroknya pun akan berkurang bahkan hilang sama sekali. Jika dirasa dengkurannya mengganggu aktivitas bayi maka konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang sesuai mengingat penyumbatan saluran nafas bisa dipicu oleh banyak hal.

12 Tanda Pertumbuhan Gigi pada Bayi

Pertumbuhan gigi pada anak berbeda-beda, namun biasanya awal di mulainya pertumbuhan bayi saat usia antara 4 bulan hingga 6 bulan, namun kadang pula ada yang lebih dari itu bahkan kurang. Dan setiap orang tua tidak bisa memprediksi secara tepat kapan gigi mulai muncul pada buah hatinya.


Jenis dan juga tingkat dari tanda-tanda akan tumbuhnya gigi tersebut cukup beragam pada bayi satu ke bayi yang lain. Bagi sebagian bayi, pertumbuhan gigi dapat diartikan sebagai suatu masa ketidaknyamanan yang teramat dan juga suatu waktu dimana ia akan banyak menangis karena pertumbuhan tersebut. Sedangkan bayi yang lain mungkin saja melewati masa pertumbuhan gigi dengan cukup cepat, bahkan tanpa adanya terlalu banyak keluhan. 

Berikut adalah 12 tanda atau gejalan akan dimulainya pertumbuhan gigi pada bayi. Namun tanda-tanda ini bukan berarti semua bayi akan mengalaminya. Seperti disebutkan di atas, kadang ada bayi yang mengalami beberapa tanda di bawah ini, ada yang sebagian kecil atau bahkan tidak mengalami tanda-tanda sama sekali


  1. Pengeluaran air liur. Perlu diketahui bahwa pertumbuhan gigi merangsang pengeluaran air liur dan peristiwa ini pada umumnya terjadi pada bayi usia 10 minggu hingga 3 atau 4 bulan.
  2. Ruam pada dagu atau wajah. Jika bayi anda sedang dalam masa pertumbuhan gigi dan dia mengeluarkan sangat banyak air liur, kemungkinan akan mengalami ruam kulit yang kering yang muncul di sekitar area mulut, dan juga dagu (kadang juga muncul di area leher) bisa saja terjadi. Penyebabnya dalah kontak langsung dengan air liur itu sendiri. Mengusap air liur si bayi dengan sapu tangan atau sejenisnya bisa membantu mengurangi kemungkinan timbulnya ruam. Menggunakan krim kulit khusus untuk bayi juga bisa dilakukan.
  3. Batuk. Banyaknya air liur juga bisa membuat bayi menjadi tersedak dan batuk. Jika tidak disertai dengan tanda-tanda flu, pilek ataupun alergi, tentu tanda yang satu ini tidak perlu dikhawatirkan.
  4. Bayi Sering Menggigit. Tekanan yang ditimbulkan oleh gigi yang akan keluar melalui gusi biasanya menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut pada akhirnya dilampiaskan melalui gigitan, kepada apapun itu mulai dari mainan yang memang didesain untuk bayi yang giginya sedang tumbuh hingga puting susu (jika bayi masih menyusui) dan juga jari.
  5. Rasa sakit. Peradangan yang terjadi pada jaringan lunak pada gusi bisa menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat pada beberapa bayi walaupun kadang sama sekali tidak berpengaruh pada bayi yang lain. Gigi-gigi pertama biasanya adalah yang paling menyakitkan saat tumbuh (termasuk juga gigi geraham yang diketahui sebagai yang paling menyakitkan). Walaupun begitu, beberapa bayi pada akhirnya merasa biasa dengan rasa sakit yang timbul saat pertumbuhan gigi sehingga mereka tidak lagi menghiraukannya.
  6. Rewel. Mulut bayi anda akan terasa sakit saat gigi kecilnya menekan area gusi yang segera timbul keluar. Karena hal ini, sangatlah wajar jika peristiwa ini membuat bayi menjadi tidak tenang. Beberapa bayi mungkin hanya akan rewel selama beberapa jam saja, akan tetapi, beberapa bayi yang lain mungkin akan terus rewel untuk beberapa hari atau bahkan minggu. 
  7. Menolak untuk makan. Karena merasa tidak nyaman, bayi yang sedang rewel bisa saja ditenangkan dengan memberikan botol bayi atau Air Susu Ibu. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa menyusui bisa saja membuat gusi yang terasa sakit serasa semakin buruk saja. Karena alasan itulah bayi yang giginya sedang tumbuh menjadi rewel (baik karena mereka merasa sangat tidak nyaman ataupun juga merasa lapar). Bayi yang sudah bisa mengkonsumsi makanan padat juga biasanya menolak untuk makan selama masa pertumbuhan ini (walaupun begitu, hal ini perlu dicek kembali kepada dokter anak untuk memastikan bahwa bayi anda tidak menghindari beberapa jenis makanan).
  8. Diare. Para ahli sebenarnya sudah menentukan beberapa pokok masalah yang umum muncul saat masa pertumbuhan gigi, akan tetapi, beberapa orang tua mendapatkan fakta bahwa bayi mereka
  9. Demam rendah. Sepertinya para dokter enggan menghubungkan pertumbuhan gigi dengan demam, karena mungkin saja hal ini terjadi di waktu yang sama saat gigi pertama muncul yang bersamaan dengan rendahnya tingkat imunitas bayi yang menyebabkan mereka rentan terkena infeksi dan juga ganguan kesehatan. Walaupun begitu, sama halnya dengan jenis peradangan yang mungkin terjadi di bagian tubuh yang lain, gusi yang sedang meradang kadang juga bisa menyebabkan demam rendah. Demam semacam ini bisa ditangani dengan perawatan yang sama dengan demam rendah yang lain dan juga konsultasi dokter jika demam berlangsung hingga 3 hari.
  10. Lemah. Pertumbuhan gigi tidak hanya bekerja pada siang hari saja. Bersamaan dengan munculnya gigi bayi anda, rasa tidak nyaman juga akan dialaminya pada saat malam hari tiba (bahkan saat dia berhasil tidur nyenyak di malam sebelumnya). Untuk memberinya kenyamanan, pastikan dia bisa kembali tenang. Jika ternyata tidak bisa, anda bisa membantunya dengan menepuknya atau menyanyikan lagi nina bobo untuk menghidari pemberian susu di malam hari (yang akan menjadi masalah bagi anda kelak saat proses pertumbuhan gigi selesai).
  11. Hematoma gusi. Pertumbuhan gigi juga mungkin mnyebabkan pendarahan dibawah gusi yang Nampak seperti gumpalan kemerahan. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena bisa sembuh dengan segera dengan bantuan kompres dingin.
  12. Tarikan telinga; gosokan pipi. Bayi yang tumbuh giginya bisa dengan kesal menarik telinga mereka atau pipi ataupun dagu mereka. Gusi, telinga dan juga pipi berbagi jaringan yang sama oleh karena itu, rasa sakit pada gusi (terutama karena tumbuhnya gigi geraham) bisa saja menjalar ke area lain. Jika hal ini terjadi, anda harus berkonsultasi dengan dokter anak jika anda merasa bahwa bayi anda terganggu tidak hanya karena pertumbuhan gigi yang dialaminya.

Sunday, May 18, 2014

MENCEGAH DAN MENGOBATI BIANG KERINGAT BALITA


Biang keringat biasanya disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori sehingga keringat tidak bisa keluar dengan bebas. Ini diperparah jika keadaan udara panas dan lembab, maka keringat akan semakin banyak keluar. Bayi biang keringat biasanya rewel karena badannya gatal-gatal sedangkan mereka belum bisa harus bagaimana. Kulit pada bayi biang keringat tampak berbintik-bintik putih dan merah serta terasa gatal, terutama saat udara panas. 

Bagian yang terkena biang keringat tidak hanya kulit wajah saja, tetapi juga leher, punggung, dada, tangan, dan kepala. Sehingga tidak heran jika buah hati kita rewel saat biang keringatnya kambuh. Ada beberapa cara mengatasi biang keringat baik sebelum terkena ataupun ketika sudah terkena.

Cara Mencegah Biang Keringat :

1. Jagalah kebersihan badan, pakaian, dan lingkungan sekitar bayi Anda. Mandikanlah bayi Anda dengan rutin 2 kali dalam sehari. Jika udara panas dan lembab yang membuat buah hati banyak berkeringat, sering-seringlah mengelap badannya supaya badannya tidak basah dengan keringat yang bisa menyebabkan bayi biang keringat.

2. Berilah bayi pakaian yang tidak terlalu tebal, longgar, dan mudah menyerap keringat misalnya dengan pakaian dari bahan katun. Jangan memberinya pakaian yang ketat atau terlalu rapat. Berilah kelonggaran pada bayi Anda dan usahakan udara bisa bebas melewati antara sela-sela baju.

3. Gantilah baju bayi Anda dengan rutin atau jika telah kotor dan basah dengan keringat. Cucilah baju bayi Anda hingga bersih dan seterikalah supaya rapi dan kuman-kumannya hilang.

4. Buatlah sirkulasi udara yang baik di rumah Anda atau kamar bayi supaya udara dalam kamar tidak panas dan juga tidak lembab.

Cara Mengobati Biang Keringat :

1. Jika bayi biang keringat, berilah obat gatal untuk mengurangi rasa gatalnya. Pilihlah obat gatal yang aman untuk bayi dan ini bisa ditanyakan kepada dokter atau apoteker.
Obat gatal ini bisa berupa bedak tabur ataupun bedak cair yang biasanya mengandung salisil.

2. Jika menginginkan obat gatal yang alami, Anda bisa membuatnya sendiri. Ada beberapa resep mengatasi biang keringat, yaitu dengan memberi kulit bayi yang gatal dengan tepung tapioka yang dicampur air. Tapioka bersifat dingin sehingga diyakini dapat mendinginkan kulit.
Resep lainnya adalah dengan melumatkan timun kemudian dicampur dengan tepung beras, lalu dioleskan ke bagian yang gatal.

EFEK BURUNG SERING MEMBENTAK ANAK


Membentak bisa berpengaruh buruk pada anak-anak, karena bisa membuat renggang ikatan batin dengan anak, selain itu bentakan tidak mengajarkan apa-apa untuk perkembangan si kecil. Saat usia anak masih di bawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan atau balas membentak. Tetapi karena sikap pasif mereka itu, Anda jadi tidak bisa mengukur seberapa besar dampak psikologis yang ditimbulkan karena membentak. Anak cenderung untuk meniru perilaku orangtuanya. Seorang anak yang selalu dibentak, diomeli, atau dimarahi, akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dia sah-sah saja berkomunikasi dengan menggunakan bentakan, omelan, atau kemarahan.

“Tahukan bunda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”

Beberapa dampak negatif membentak anak adalah:

1. Anak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri.

2. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele. 

3. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya. 

4. Anak akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan. 

5. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.

Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak jutaan sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya. Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, marah juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.

PENYEBAB DAN CARA MENGATASI SARIAWAN PADA BALITA

PENYEBAB DAN CARA MENGATASI 
SARIAWAN PADA BALITA

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi anak yang terkena sariawan, sebaiknya anda tahu dulu penyebab sariawan yang sering terjadi pada anak, karena kasus sariawan pada anak yang satu dengan yang lain seringkali berbeda.

• Stomatitis apthosa
Sariawan ini terjadi akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau tergores sikat gigi saat anak menyikat gigi. Bagian dalam mulut yang lecet atau terluka dapat menyebabkan kuman masuk, dan membuat luka terinfeksi. Biasanya bila si Kecil terkena sariawan ini, maka akan timbul peradangan yang terasa sakit atau nyeri.

• Oral thrush / moniliasis
Sariawan ini disebabkan oleh jamur Candida albicans yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Jamur ini akan mudah tumbuh melebihi normal bila daya tahan tubuh si Kecil menurun dan ketika anak sedang mengonsumsi obat-obatan antibiotik.

• Stomatitis herpetic
Stomatic herpetic disebabkan oleh virus Herpes simplex. Virus ini biasa dijumpai dan bersarang di belakang tenggorokkan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang mewabah dan daya tubuh si Kecil rendah. Meskipun terlihat sederhana, sariawan ini sangat mengganggu aktivitas si Kecil.

Berikut adalah cara mengatasi gejala sariawan pada buah hati :

1. Menjaga kebersihan mulut dan gigi anak
Jangan lupa untuk membiasakan si kecil agar rajin sikat gigi sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi hari setelah makan pagi dan malam menjelang tidur. Agar lebih optimal, sebaiknya si kecil juga diajak ke dokter gigi untuk mengontrol giginya setiap tiga bulan sekali.

2. Memberikan asupan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi
Saat si kecil sedang menderita sariawan, bunda harus tetap memastikan bahwa si kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup karena umumnya anak menjadi berkurang nafsu makannya ketika sariawan. Bila kebutuhan cairan si kecil terpenuhi, ini akan menghindarkannya dari risiko dehidrasi. Ibu bisa juga memberikan minuman dan makanan yang mengandung tinggi vitamin B, C, dan zat besi untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, seperti, apel, jeruk, tomat, dan sayuran yang dapat diolah dalam bentuk jus, sehingga mudah untuk dikonsumsi dan tidak akan menyebabkan rasa sakit. Selain itu, vitamin B, C, dan zat besi pun bisa diperoleh dari susu.

3. Suapi si kecil perlahan-lahan
Ketika si kecil sariawan, sebaiknya bunda tetap menyuapinya dengan perlahan-lahan supaya ia tidak kekurangan nutrisi sekaligus sariawannya tidak tersentuh oleh sendok yang digunakan untuk makan. Ajarkan si kecil untuk makan perlahan-lahan agar makanan yang di kunyah tidak mengenai mulutnya karena sariawan.

4. Gunakan gelas untuk minum si kecil
Ketika anak sariawan, sebaiknya jangan menggunakan botol saat bunda ingin memberikan minuman untuk si kecil. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kontak langsung dengan sariawan, karena hal ini bisa membuat dia semakin nyeri atau sakit terhadap makanan atau minuman yang ia makan.

Kalau gejala sariawan tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari atau bahkan minggu, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Sunday, March 2, 2014

KENALI GANGGUAN PENCERNAAN PADA ANAK

Gangguan Pencernaan Pada Anak. Anak susah makan bisa jadi terdapat gangguan pencernaan pada anak, lho. Memang macam-macam sih akibat gangguan pencernaan ini, bisa juga menjadi susah BAB alias buang air besar, atau malahan mencret, dan lain sebagainya.



Jika anak anda mengalami gangguan pencernaan, coba resep obat herbal berikut ini. Campurkan daun beluntas pada nasi tim atau bubur. (baca juga, 1001 manfaat heboh daun beluntas)

Yup, cuma daun beluntas. Sebaiknya daun beluntas sebelum dicampur, direbus dulu. Dan pastinya jangan lupa dicuci dulu ya!


Daun beluntas memang dikenal untuk mengatasi bau badan. Manfaat lainnya yaitu dapat digunakan untukmengatasi bau mulut.

Oke, Semoga bermanfaat.

SUSU YANG COCOK UNTUK BAYI ALERGI

Banyak tanda-tanda yang diberikan anak anda saat mereka alergi terhadap sesuatu. Dan kadang kita sebagai orang tua harus betul-betul memperhatikan hal tersebut agar alerginya tidak kumat. Apalagi jika kepada anak anda yang masih balita.

Hal seperti alergi serasa membuat anda bingung dan juga tidak tahu pantangan macam apa yang tidak boleh diberikan kepada bayi. Untuk bayi yang alergi, tetap berikan asupan makanan yang cukup karena anak anda harus tetap sehat sepanjang waktu agar dapat tumbuh layaknya anak-anak yang lain.

Anda juga jangan terlalu mendapatkan kesimpulan tentang alergi yang di derita anak anda karena alergi ada bermacam-macam. Lalu bagaimana jika anak anda benar terserang alergi susu? Berikut adalah beberapa pilihan susu untuk bayi alergi yang bisa anda terapkan di rumah.

Susu untuk bayi alergi yang pertama adalah dengan memberikan anak anda susu ekstensif hidrolisat. Namun ada juga susu untuk bayi alergi yang tahan diyakini tidak masalah untuk dikonsumsi oleh para penderita alergi yaitu susu soya. Baca juga, susu untuk bayi aktif.



Jika anda memberikan susu untuk bayi alergi dengan takaran yang pas dan rutin, maka resiko kambuhnya tidak terlalu besar sehingga mereka masih bisa bermain dan belajar seperti biasanya.

Sebenarnya agak sulit jika kita menebak sendiri alergi apa yang di derita oleh anak-anak kita. Ada yang betul-betul alergi dengan air susu sapi, namun tidak semua orang yang alergi memiliki larangan yang sama. Itu semua tergantung dari kekuatan si anak.

Jika anda betul-betul yakin dengan alergi yang di derita oleh anak anda, maka anda bisa juga berkonsultasi pada dokter terpercaya anda tentang susu untuk bayi alergi yang baik.

PENCEGAHAN SARIAWAN PADA BAYI

Sariawan adalah penyakit yang dapat menyerang semua umur, dimulai dari orang tua, remaja, anak anak hingga bayi tentu dapat mempunyai kemungkinan untuk alami penyakit sariawan.

Pengobatan sariawan pada remaja serta orang dewasa cenderung lebih mudah, sehingga tidaklah merupakan sebuah hal yang mencemaskan. Tetapi, bagaimana bila sariawan berlangsung pada bayi?

Mari kita kenali lebih jauh sebenarnya apa sih yang menjadi penyebab sariawan pada bayi? So, kita bisa mengetahui cara menghindari sariawan pada bayi.

Penyebab sariawan pada bayi
Penyebab sariawan biasanya yaitu dikarenakan infeksi virus serta kuman yang ada di antara tenggorokan serta mulut. Disamping itu, penyebab yang lain yaitu dikarenakan ada luka yang disebabkan kekeliruan waktu menggosok gigi, tergigit waktu makan serta lain sebagainya.

Pemicu sariawan yang umumnya terjadi pada bayi dikarenakan situasi daya tahan tubuh yang kurang kuat, dengan begitu, kuman serta virus dapat jadi sesuatu penyakit. Boleh jadi hal ini dapat menyerang luka pada bagian mulut yang tergigit oleh bayi sendiri yang telah mulai tumbuh gigi ( batita ). 


Cara menghindari sariawan pada bayi
Supaya bayi tidak terlanjur mengalaminya, baiknya kerjakan pencegahan supaya sariawan pada bayi dapat dihindari, yakni dengan lakukan sebagian usaha di bawah ini : 

Jagalah senantiasa kebersihan gigi dan mulutnya,
Jika bayi anda telah dapat berkumur, maka berikan obat kumur untuk membantu bersihkan gigi serta mulut,
Jika telah tunjukkan tanda-tanda sariawan pada bayi yang dikarenakan oleh jamur, maka cegahlah supaya tidak makin kronis meminta obat khusus sariawan untuk bayi pada dokter,
Jangan terus-terusan menggunakan botol untuk memberinya minum ! baiknya cobalah ajari bayi anda untuk mulai minum menggunakan gelas. Botol dapat membuat gesekan pada sariawan.Bila penyebab serta pencegahan dapat kita kerjakan, maka sariawan pada bayi dapat dapat dihindari. Tetapi, bila bayi telah terlanjur mengalaminya, maka janganlah terlampau banyak berikan makanan padat, baiknya berikanlah dulu makanan yang memiliki bentuk cair serta lembut dan tidak panas.

Dan untuk mempercepat mengobati sariawan pada bayi, berikanlah makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin B dan vitamin C..

Tuesday, August 27, 2013

MENGENAL KEUNIKAN RUPA BAYI




Rupa bayi dalam beberapa bulan akan berubah. Dari perubahan bentuk kepala, bulu-bulu halus, dan lainnya pada setiap bayi ada normal. Berikut ini beberapa hal berbeda yang tampak pada rupa bayi yang baru lahir antara lain.

Kepala

Pada bagian puncak kepala bayi yang biasa disebut dengan ubun-ubun atau fontanel masih lunak. Tulang tengkorak bayi memang belum menyatu sehingga memungkinkan bayi bisa melewati jalan lahir yang sempit serta memungkinkan otak bayi berkembang. Ubun-ubun akan menyatu sampai bayi berusia 1 – 1,5 tahun.

Rupa yang lain pada kepala bayi adalah kepala yang berbentuk lonjong. Hal ini disebabkan karena bayi harus melewati jalan lahir yang sempit sehingga terjadi pergeseran pada tulang tengkoraknya. Kepala bayi akan terlihat lebih lonjong jika dalam persalinan bayi harus dikeluarkan dengan bantuan vakum. Bentuk kepala akan menjadi lebih bulat dan normal setelah beberapa hari.

Wajah

Mata, hidung atau telinga si kecil mungkin terlihat aneh. Kelopak mata yang bengkak, hidung terlihat rata atau telinga yang terlipat adalah beberapa hal aneh yang tampak pada bayi yang baru lahir. Ini karena adanya tekanan selama berada di rahim karena ruang rahim yang sempit seraya janin semakin membesar. Hal ini hanya sementara dan selama beberapa hari wajah si kecil akan kembali normal.

Pada beberapa bayi juga terlihat adanya jerawat atau titik-titik putih yang diakibatkan karena hormon ibu yang masih ada pada bayi. Tidak perlu dikuatirkan karena jerawat ini akan hilang setelah beberapa waktu.

Payudara dan Alat Kelamin

Hormon ibu yang masuk ke dalam janin dapat menyebabkan payudara bayi terlihat bengkak. Pada bayi perempuan biasanya akan terjadi pembengkakan pada alat kelaminnya atau bahkan keluar cairan lendir bening atau darah seperti saat sedang haid. Sedangkan pada bayi laki-laki, penis akan terlihat menegang atau ereksi.

Cairan biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Begitu juga dengan pembengkakan atau ereksi pada bayi laki-laki yang akan hilang setelah beberapa minggu.

Tali Pusat

Tali pusat yang menghubungkan dengan plasenta akan segera dipotong sesaat setelah bayi keluar. Tali pusat yang masih ada pada bayi berwarna hijau kekuningan dan akan menghitam, kering dan terlepas setelah 5-15 hari setelah lahir.

Kaki

Kaki bayi biasa terlihat bengkok. Tetapi, kaki bayi akan semakin lurus seiring dengan bertambahnya umur bayi. Gerakan kaki bayi yang aktif akan membantu kaki menjadi lurus, jadi tidak perlu takut selama kaki bayi lentur dan dapat digerakkan dengan mudah.


Kulit

Mengering dan mengelupasnya kulit bayi pada awal minggu kelahirannya merupakan hal yang wajar. Pengelupasan terjadi pada lapisan teratas kulit atas bayi seperti yang biasa terjadi pada orang dewasa.

Rambut Halus

Tidak perlu merasa heran jika melihat banyaknya rambut-rambut halus pada bayi Anda. Rambut pada punggung, bahu, kening, pelipis, tangan, telinga mungkin tumbuh pada bayi Anda. Rambut-rambut halus pada bayi yang disebut dengan lanugo akan rontok seraya bayi semakin membesar.

Ya, rupa bayi memang unik. Seraya melihat pertumbuhan mental dan fisiknya, kita akan semakin sayang dengan bayi mungil tersebut.

Bayi Lahir Prematur karena Plasenta Abrupta



Tracy Gergiou, 31, ibu asal Liverpool akhirnya dapat bernapas lega setelah bayinya, Lucas, dinyatakan sehat setelah dirawat selama 105 hari di rumah sakit karena terlahir prematur. Dilansir Daily Mirror, Tracy mengalami kesakitan luar biasa, saat kandungannya baru menginjak usia 23 minggu. Ia dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif selama 3 hari, kemudian menjalani persalinan Caesar demi keselamatan janin dan dirinya. Dokter kemudian berhasil mengeluarkan Lucas yang hanya seberat 1,2 kg atau hanya seukuran tangan pria dewasa.


Hal tersebut bukanlah yang pertama bagi Tracy. Ia juga pernah mengalami hal serupa karena mengalami placenta abrupta, namun ia kehilangan bayi perempuan yang ia kandung selama 17 minggu. Placenta abrupta merupakan kondisi serius di mana sebagian maupun keseluruhan plasenta terpisah dari uterus sebelum janin siap dilahirkan. Kondisi tersebut dapat menghentikan asupan oksigen dan nutrisi untuk Si Kecil di dalam kandungan, serta menyebabkan bumil mengalami perdarahan parah hingga membahayakan kondisi ibu dan janin.

"Lucas benar-benar kecil, hanya seukuran tangan saya. Saya tidak berpikir ia akan bertahan. Hal itu membuat saya tak bisa tidur dan hanya meninggalkan rumah sakit hanya untuk memastikan kondisi anak-anak saya yang lain,"ungkap Sang Ayah, Costa, 36 tahun.


Sementara itu, salah satu dokter Tracy, Bill Yoxall, Direktur Klinis dari Unit Neonatal Rumah Sakit Liverpool, berkata, “Hanya sedikit bayi yang berhasil melewati plasenta abrupta. Dan Lucas adalah salah satunya, yang telah berjuang melalui semua tantangan prematuritas ekstrim dengan kesempatan bertahan hidup hanya 25 persen.

Monday, July 29, 2013

CARA MEMBERSIHKAN MULUT BAYI

-bedahpenyakit-CARA MEMBERSIHKAN MULUT BAYI
Mulut dan lidah bayi sangat rentan terhadap infeksi jamur. Penyebabnya adalah jamur candida, yang sebetulnya merupakan penghuni tetap rongga mulut, bahkan sejak ia dilahirkan. Keberadaan jamur candida ini sebenarnya tidak membahayakan. Tetapi, jika keseimbangan kuman pada rongga mulut terganggu, jumlahnya bisa bertambah banyak dan kenyamanan di dalamnya pun terusik.

Anda dapat mengenali jamur di dalam mulut ini sebagai bercak putih yang dikelilingi semburat merah. Bila dibersihkan, bercak putih itu akan menghilang dan meninggalkan tanda kemerahan yang mudah sekali berdarah. Pada bayi, jamur bisa tumbuh subur karena adanya sisa susu yang tertinggal. Awalnya bercak keputihan ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun jika mengelupas dan tidak diobati, pada bekasnya dapat timbul iritasi. Akibatnya mulut, bahkan kerongkongan terasa sakit dan panas.

Agar mulut Si Bayi terhindar dari iritasi, Anda perlu membersihkannya dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Siapkan kain kasa steril. Pilihlah yang sudah dalam bentuk potongan, bukan gulungan. Lalu, sediakan 1 mangkuk berisi air hangat. Pastikan air tidak terlalu panas, karena bisa mengakibatkan sariawan.

2. Cuci tangan Anda untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang menempel. Balut jari kelingking dengan kain kasa steril dan agar tidak terlepas, rekatkan plester pada ujung sisa balutan kain kasa.

3. Celupkan jari yang telah terbalut kain kasa ke dalam air. Gendong atau pangku Si Kecil hingga posisinya nyaman dan wajahnya mengarah kepada Anda.

4. Masukkan jari Anda perlahan-lahan ke dalam mulutnya. Tekan lidahnya dengan gerakan lembut dan perlahan. Lakukan 2 kali, kemudian tarik keluar jari Anda. Jangan masukkan jari terlalu dalam, agar ia tidak muntah.

5.Jaga mood bayi agar tidak marah. Bila ia menolak lidahnya dibersihkan, jangan memaksanya. Pemaksaan tersebut akan membuatnya trauma, hingga sama sekali tidak mau dibersihkan mulut dan giginya.