Friday, January 27, 2012

Begini Efek Jika Pakai Ekstasi: Rasa Malu Hilang dan Berani Ambil Risiko


img

Kecelakaan maut di Tugu Tani Jakarta yang menewaskan 9 orang menjadi kisah sedih di hari Minggu 22 Januari 2012. Usai 'membantai' orang-orang di pinggir jalan tersebut, pelakunya terlihat tenang dan masih percaya diri dengan terlihat sibuk menggunakan ponselnya.


Pemandangan tersebut tentu saja menuai kemarahan publik dan seketika si penabrak yang bernama Apriyani Susanti (29 tahun) menjadi public enemy (musuh bersama) karena tindakannya yang mengakhiri 9 cerita hidup manusia secara tragis.

Selidik punya selidik, polisi akhirnya mengidentifikasi si pelaku positif menggunakan shabu, ekstasi dan ganja di malam sebelum tabrakan maut terjadi. Kondisi mengantuk setelah pulang pesta dan pengaruh minuman keras serta ekstasi menambah runutan cerita di belakang kondisi kecelakaan yang mengenaskan ini.

Efek Ekstasi

Ekstasi atau bahasa ilmiahnya adalah MDMA (3,4-Methylenedioxymethamphetamine) adalah suatu jenis obat stimulan (beberapa kepustakaan menyebutkan juga bersifat halusinogen) yang merupakan derivat amfetamin yang banyak digunakan sebagai 'party drugs'. Banyak orang menggunakan zat ini untuk mendapatkan efek psikologis selain efek fisiologis yang diinginkan.

Efek yang paling diinginkan adalah perasaan euforia sampai ekstase (senang yang sangat berlebihan). Obat ini juga menimbulkan efek meningkatnya kepercayaan diri, harga diri dan peningkatan libido

Pemakai ekstasi bisa tampil penuh percaya diri tanpa ada perasaan malu sedikit pun dan menjadi orang yang berbeda kepribadian dari sebelumnya.

Salah satu yang mungkin menarik banyak orang untuk memakai zat ini adalah pemakaian zat ini tidak dibarengi dengan efek sedatif (efek tenang) atau menurunnya kesadaran akibat zat tersebut. 

Tidak seperti pemakai heroin atau ganja, pemakai ekstasi dapat membuat dirinya untuk tetap membuat terjaga dan konsentrasi ketika obat baru saja dimakan. Selain efek yang menyenangkan di atas, sebenarnya ekstasi juga membuat timbulnya gejala-gejala psikosomatik, paranoid, halusinasi dan agresivitas. 

Kelebihan dosis pemakaian obat ini akan membuat orang menjadi mudah tersinggung dan berani berbuat sesuatu yang mengambil risiko.

Efek Setelah Pemakaian 

Ada beberapa hal yang perlu diketahui akibat pemakaian ekstasi terutama efek yang terjadi setelah pemakaian yang akut (segera) yang terbagi atas gejala psikologis dan fisik. 

Gejala psikologis antara lain:

  1. Kecemasan dan paranoid
  2. Depresi
  3. Iritabilitas
  4. Kelelahan
  5. Hilangnya perhatian
  6. Hilangnya fokus dan konsentrasi (juga hilangnya motivasi dan keinginan) akibat menurunnya level serotonin di sistem otak.


Selain gejala psikologis, juga orang yang baru saja menggunakan ekstasi maka sesudahnya bisa mengalami gejala-gejala fisik seperti rasa pusing, kepala ringan, vertigo, menurunnya nafsu makan, diare, sulit buang air besar, rasa lelah yang berlebihan.

Tingkatkan Risiko Kecelakaan

Jika melihat efek yang diakibatkan oleh zat yang bernama ekstasi ini. Maka wajar jika pengguna obat ini tidak diperkenankan mengendarai kendaraan bermotor setelah menggunakannya dalam pesta. 

Setelah pemakaian ekstasi beberapa jam maka konsentrasi dan perhatian akan menurun drastis berbeda ketika masih dalam pengaruh ekstasi saat baru saja digunakan.

Hilangnya konsentrasi dan perhatian sangat berbahaya jika dialami oleh para pengemudi kendaraan bermotor. Kita mengetahui kelalaian sedikit saja akan menyebabkan kecelakaan pada kendaraan yang kita kendarai apalagi jika dipengaruhi efek obat.

Apalagi jika efek obat masih terasa saat memutuskan mengendarai kendaraan. Keberanian yang berlebihan dan rasa percaya diri yang terlalu tinggi akibat zat ini bisa membuat orang berperilaku risiko tinggi termasuk ngebut di jalan raya.

Jadi memang jangan pernah sekali-kali anda yang menggunakan ekstasi kemudian pulang sendiri mengendarai mobil atau motor jika tidak ingin apa yang telah terjadi pada tabrakan maut kemarin terulang lagi.

Penulis
Dr. Andri, SpKJ
Psikiater Bidang Psikosomatik Medis
Psikiater, Dosen FK UKRIDA, Jakarta

Bikin SIM di Cina akan Disodori Blanko Donor Organ Tubuh


Untuk memperbanyak pendonor organ tubuh, pemerintah Cina mengeluarkan kebijakan baru yang tergolong unik. Kebijakan tersebut adalah diharuskannya calon pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mengisi lembar kesediaan mendonorkan bagian tubuhnya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQpZ20EZm3k-wgDYFuz3VCuvf_Pq0Pw0VzaPhSkJKqs5QZIX0sJiRwvWJXjm_eL1P18QCOAjx5AJ82brOchfPva9uy1Lro1oRMHgvRYYvNZsd363kXh-K3DCrSIsoYO_8XN2VADZSywbQP/s320/hee.jpg

diambil karena minimnya jumlah pendonor organ tubuh di negeri tirai bambu itu. Wakil Menteri Kesehatan, Huang Jiefu, mengatakan perbandingan antara permintaan dan ketersediaan organ sangatlah timpang.

Data statistik menunjukkan hanya 10.000 pasien dari satu setengah juta pasien yang mendapatkan organ yang mereka butuhkan. "Kesenjangannya sangat tinggi dan parah," .

Kebijakan ini akan diberlakukan mulai akhir tahun nanti. Setiap pemohon SIM akan ditanya apakah mereka berkenan mendonorkan bagian tubuh mereka apabila mengalami kecelakaan fatal. Jika mereka menjawab 'iya', pertanyaan akan dilanjutkan ke bagian tubuh mana yang akan disumbangkan.

"Kami juga akan memberikan kompensasi bagi pendonor untuk menarik minat calon pendonor,"

Kompensasi tersebut diantaranya pengurangan biaya rumah sakit terkait transplantasi, pengurangan biaya pemakaman, dan pemotongan pajak khusus bagi anggota keluarga.

3 Jenis Sakit Kepala yang Butuh Penanganan Darurat


Sakit kepala biasanya tidak mengancam jiwa. Namun sakit kepala yang amat parah bisa jadi pertanda sesuatu hal yang jauh lebih serius dan membutuhkan penanganan darurat. Setidaknya ada 3 jenis sakit kepala yang membutuhkan penanganan darurat.


Gejala penyakit seperti stroke, aneurisma (perdarahan dari pembuluh darah) dan meningitis biasanya berupa sakit kepala. Maka itu ada baiknya mengawasi sakit kepala yang terasa sangat berbeda dari sakit kepala biasa.

"Pusing yang tidak biasa berarti gejala kelainan pembuluh darah di otak yang sudah mulai sedikit bocor. Kondisi ini bisa berubah gawat sehingga menyebabkan pendarahan dan dapat mengancam kehidupan," kata Adam Wilkes, MD, spesialis Unit Gawat Darurat di Lankenau Hospital di Wynnewood, Pennsylvania seperti dilansir Health.com, Jumat (27/1/2012).

Berikut adalah tiga tanda-tanda sakit kepala yang membutuhkan penanganan dokter dengan segera.

1. Sakit kepala disertai nyeri leher dan demam

Sakit kepala yang disertai nyeri atau kaku pada leher dan demam bisa jadi pertanda meningitis. Meningitis atau radang selaput sistem saraf pusat dapat dengan cepat berubah menjadi kritis.

Gejala khasnya adalah demam, sakit kepala dan kekakuan pada otot leher yang berlangsung selama berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari.

2. Sakit kepala disertai mual

Mual parah atau muntah disertai gangguan syaraf seperti kesulitan berbicara atau berjalan dapat menjadi tanda-tanda stroke hemorrhagic, yaitu stroke yang disertai pendarahan pada otak.

Kerusakan akibat strok ini dapat terjadi dengan sangat cepat, baik karena pendarahan atau karena meningkatnya tekanan cairan pada otak. Pendarahan pada jaringan otak dapat menyebabkan kematian.

3. Sakit kepala paling parah yang belum pernah dirasakan sebelumnya

Sakit kepala biasa sudah cukup menyakitkan. Tapi jika mengalami sakit kepala yang dirasa paling buruk dari yang sudah pernah dialami sebelumnya, itu bisa jadi pertanda aneurisma.

Aneurisma adalah bocor atau pecahnya pembuluh darah pada otak. Rembesan darah yang membasahi otak menyebabkan pasien hanya mengeluh pusing. Namun lama-kelamaan, rembesan darah dapat menjadi banjir darah di otak. Inilah yang menyebabkan penderitanya meninggal mendadak.

10 Pekerjaan Yang Dapat Merusak Kesehatan Paru-Paru Anda

Untuk postingan kali ini kita akan membahas sepuluh (10) Pekerjaan yang bisa mengganggu kesehatan paru-paru anda, terkadang nampak sepele namun bisa saja lama kelamaan kesehatan paru-paru anda akan terganggu.

Konstruksi



construction-lungs

Pekerja yang menghirup debu di proyek pembongkaran atau renovasi dapat beresiko terkena kanker paru-paru, mesothelioma, dan Asbestosis, suatu penyakit yang menyebabkan jaringan parut dan kaku dari paru-paru.

"Kami khawatir tentang orang dengan paparan 20 sampai 30 tahun," Dr Harber mengatakan, ketika banyak produk yang mengandung asbes tidak dilarang.

Memakai pakaian pelindung, termasuk respirator, saat bekerja di sekitar bangunan tua dan menghindari merokok dapat membantu.


Manufaktur

manufacturing-lungs

Pekerja Pabrik dapat terkena debu, bahan kimia, dan gas, menempatkan mereka pada risiko COPD.

Pada pabrik makanan, diacetyl-agen rasa yang digunakan dalam popcorn microwave, beberapa anggur, dan makanan cepat dapat menyebabkan penyakit yang merusak dan kadang-kadang mematikan disebut obliterans bronkiolitis, kerabat dekat PPOK.

Kabar baik? beberapa langkah mudah dapat secara signifikan mengurangi risiko. "Sesuatu yang sederhana seperti ketika Anda meletakkan diacetyl ke dalam panci raksasa untuk campuran, letakkan tutup dan memakai topeng penyaringan," kata Dr Harber.


Perawatan kesehatan

health-care-gloves

Diperkirakan 8% sampai 12% petugas kesehatan sensitif terhadap residu bubuk yang ditemukan pada sarung tangan lateks, yang dapat menyebabkan reaksi asma tipe berat.

"Bahkan jika Anda tidak menggunakan [sarung tangan lateks], bahkan ketika aku mencopot sarung tangan lateks, bit kecil lateks masuk ke dalam udara dan orang menjadi alergi terhadap hal itu," kata Dr Harber.

Membatasi paparan bila memungkinkan dapat membantu. Tapi bagi dokter dan perawat, penggunaan sarung tangan tetap sebuah kewajiban. Pada kasus yang parah, Dr Harber mengatakan, alergi lateks dapat mengakhiri karir. Beberapa rumah sakit seperti Johns Hopkins telah beralih ke sarung tangan sintetik bebas lateks.
Tekstil