Monday, October 11, 2010

HAL-HAL INI DAPAT MEMICU CEWEK MENJADI LESBIAN

Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja,” ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:


1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda

Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?

2. Nyambung secara emosional dan verbal

Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?

3. Mengobati sakit hati

Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.

4. Lebih lembut



Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu “bersemangat”. Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.

5. Perempuan lebih pintar seks oral



Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.

6. Tidak jorok


Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.


source:

EFEK PEMAKAIAN KORSET TERHADAP KESEHATAN


Meski tersiksa dan sulit bernapas korset banyak dipakai orang karena bisa membuat perut terlihat rata. Tapi penggunaan korset juga bisa mempengaruhi kesehatan seseorang.

Korset adalah salah satu alat yang bisa menyiksa diri dan terkenal dapat menyebabkan sakit di tubuh. Tapi barang ini tetap saja disukai oleh banyak perempuan, bahkan kini beberapa laki-laki juga ada yang menggunakan korset.

Penggunaan korset memang memiliki manfaat estetika bagi yang memakainya, seperti pinggang yang lebih kecil, postur tubuh yang lebih baik, pinggul dan payudara akan terlihat lebih berisi serta mengurangi ukuran pinggang.

Saking dipercaya bisa membuat bentuk tubuh lebih baik, korset telah menjadi industri yang menguntungkan dan terus diproduksi dengan berbagai macam khasiat seperti untuk memperbaiki bentuk tubuh atau untuk wanita setelah melahirkan.

Dikutip dari BBC, masalah yang sering terjadi adalah seseorang kadang melupakan efek buruk yang mungkin ditimbulkan demi sebuah tren mode.

Seiring berjalannya waktu, pemakaian korset membuat otot-otot punggung bagian bawah dipaksa untuk turut memberikan dukungan tambahan dan diperparah dengan ketatnya korset yang digunakan. Hal ini tentu saja membuat tulang belakang berhenti tumbuh karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup.

Beberapa cerita mengerikan tentang korset mungkin pernah didengar masyarakat, seperti seorang gadis meninggal karena sesak napas atau ada yang hatinya tertusuk oleh tulang rusuk sendiri. Namun masih sulit dipastikan apakah hal tersebut memang benar-benar akibat penggunaan korset atau tidak.

Jika menggunakan korset dalam jangka waktu lama maka bisa menimbulkan risiko. Diduga salah satu risiko yang parah akibat penggunaan korset yang tidak tepat adalah chlorosis (greensickness) dengan ciri kulit putih kehijauan yang diakibatkan adanya gangguan pada empedu. Selain itu korset juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian perut.

Beberapa risiko serius lainnya juga mungkin terjadi, terutama jika penggunaannya dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan.

Biasanya risiko yang muncul ditandai dengan:
1.Terjadinya penurunan otot perut.
2.Pergeseran dan terganggunya dinding perut.
3.Usus bisa tertekan.
4.Terjadinya kompresi terhadap rongga dada yang dapat mempengaruhi lambung dan hati.
5.Penurunan kapasitas paru-paru.
6.Kelainan bentuk fisik, misalnya tekanan yang terjadi pada perut bisa menyebabkan benjolan di perut.

Hal yang paling penting untuk diingat sebelum menggunakan korset adalah pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh, usahakan untuk mengistirahatkan tubuh atau melakukan peregangan setiap penggunaan korset beberapa jam.

Berlatihlah mengatur napas pendek agar asupan oksigen tidak berkurang, karena asupan oksigen yang kurang nantinya dapat mempengaruhi fungsi dari jaringan atau organ.


source:

BAGIAN TUBUH YANG SERING BIKIN WANITA TIDAK PERCAYA DIRI


Banyak perempuan yang sepintas terlihat memiliki tubuh yang sempurna. Namun, coba Anda temui mereka di ruang pribadinya, pasti ia akan mengeluhkan beberapa anggota tubuhnya yang kurang memuaskan. Anda pun mungkin juga mengalaminya.

Adaaa... saja yang membuat Anda enggak pede, dari payudara yang asimetris atau turun akibat gravitasi, hingga lengan yang menggelambir. Berikut adalah empat bagian tubuh yang paling bikin perempuan khawatir. Cari tahu juga bagaimana cara berdamai dengan situasi tersebut.

1. Payudara.
Menurut laporan MSNBC, 90 persen perempuan memiliki payudara yang asimetris atau tidak sama besarnya. 'Itu sangat umum terjadi. Satu sisi dari tubuh saya selalu berbeda dari yang lain,' ungkap Tony Youn, ahli bedah plastik di Troy, Michigan. Menurutnya, ada beberapa perempuan yang kadar asimetrisnya sangat kecil sehingga tidak terlihat. Ada pula yang payudara kanan (atau kirinya) lebih besar satu, dua, atau tiga ukuran lebih besar daripada payudara satunya.

Bagaimana berdamai dengannya: Hasil penelitian menunjukkan, pria memilih payudara yang alami ketimbang yang sudah menjalani implan. Kebanyakan pria tidak mampu melihat perbedaan ukuran payudara Anda, kok. Lagi pula, ada banyak cara untuk memanipulasi ukuran payudara tanpa perlu menjalani prosedur breast implant. Coba klik artikel berikut. Ada juga latihan sederhana mengencangkan otot payudara. Katupkan kedua tangan di depan payudara (seperti sedang berdoa), lalu dorong kedua tangan satu sama lain sehingga terasa ada peregangan di payudara.

2. Paha.
Banyak banget masalah yang ditimbulkan paha, dari selulit, kulit jeruk, ukurannya besar, menggelambir, dan lain sebagainya. Jika memang ada masalah pada paha, maka hal itu akan mudah terlihat jika Anda menampakkannya. Jika tidak, maka tak akan ada orang yang tahu.

Bagaimana berdamai dengannya: Ketika Anda berolahraga, apalagi yang sifatnya hard core, hal itu akan membuat Anda tidak lagi menyadari kekurangan pada tubuh Anda. Bahkan, seusai berolahraga, kita akan merasa tubuh lebih kencang dan seksi. Fokuskan untuk melatih otot kaki ketika Anda berolahraga. Lakukan secara rutin tiga kali dalam seminggu.

3. Perut.
Dulu, waktu masih berumur belasan tahun, perut Anda terlihat ramping. Namun ketika memasuki bangku kuliah, dan mulai bekerja, perut perlahan mulai menonjolkan dirinya. Apalagi ketika aktivitas sehari-hari Anda adalah duduk berjam-jam di kantor, diselingi dengan sajian donat, martabak, atau piza ketika ada yang ulang tahun. Meskipun suami bilang perut kita masih seksi, kita kok enggak terhibur, ya?

Bagaimana berdamai dengannya: Menurut Meaghan Murphy, direktur kebugaran yang merupakan anggota dewan majalah SELF, ada perubahan kecil yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengencangkan otot-otot bagian tengah. Misalnya, 1) Pilih makanan yang kaya lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak zaitun, kacang, dan alpukat, yang bisa membantu mencegah penumpukan lemak perut. 2) Cegah stres karena hormon-hormon yang Anda lepaskan ketika Anda stres terbukti menyebabkan kelebihan lemak perut. 3) Gunakan treadmill dan elliptical machine untuk membakar kalori.

4. Lengan atas.
Ketika mengenakan atasan tanpa lengan, lengan Anda yang besar dan kurang kencang akan sangat mudah terlihat. Bahkan ketika usia kita bertambah, bertambah juga ledekan dari teman-teman: 'Wah, lengannya ibu-ibu banget!'

Bagaimana berdamai dengannya: Cara paling mudah untuk menyamarkan lengan yang besar adalah dengan menghindari atasan tanpa lengan. Bila Anda ingin memperbaiki bentuknya, Jillian Michaels, pelatih kebugaran dan kontributor majalah SELF, menyarankan untuk melatih otot lengan atas. Untuk melatih otot bisep maupun trisep, modalnya hanya dumbbell. Coba klik artikel berikut. Namun, jika Anda kurang suka dengan olahraga yang monoton di gym, banyak olahraga permainan yang juga bisa Anda lakukan untuk mengencangkan otot lengan. Contohnya, tenis, sofbol, atau squash.

source:

PENYEBAB WANITA SEKARANG LEBIH CEPAT PUBER


Perempuan di zaman ini mengalami pubertas yang jauh lebih awal dari masa sebelumnya. Di Amerika Serikat misalnya, menurut satu penelitian terbaru, lebih dari 10 persen perempuan di negeri itu sudah mengalami pertumbuhan dada pada usia 7 tahun.

Menurut penelitian yang dipublikasikan "Psychological Science", jurnal Association for Psychological Science, perempuan yang secara fisik tumbuh dewasa lebih dini, menunjukkan kecenderungan berkencan lebih awal, melakukan hubungan seksual di usia yang lebih muda, dan memiliki lebih banyak mitra seks ketimbang perempuan di masanya.


Oleh karena itu, kemungkinan mereka tertular penyakit menular seksual sangatlah tinggi, demikian pula kemungkinan melahirkan di usia remaja.

Jay Belsky dari Birkbeck University di London, Inggris, menilai kabar ini mungkin buruk bagi sebagian orang, tapi dia justru melihat fenomema itu alamiah dan masuk akal dari perspektif evolusi biologis.

Ini mengantarkan manusia sekaranga pada harapan bahwa tumbuh besar dalam risiko dan lingkungan yang labil, telah mempercepat pendewasaan (pubertas) sehingga meningkatkan kemungkinan seseorang bereproduksi sebelum mereka mati.

Untuk menguji hubungan antara risiko, lingkungan labil seperti tercermin dalam ikatan ibu dan bayi yang tidak aman (kurang kasih sayang), dan pubertas dini, Belsky dan koleganya menggunakan data 373 perempuan kulit putih.

Data diambil dari penelitian mengenai perkembangan dini anak-anak yang disokong National Institute of Child Health and Human Development.

Perempuan yang diteliti, dipantau sejak lahir sampai usia 15 tahun. Di umur 15 bulan, keamanan ikatan anak dengan ibu dievaluasi menggunakan prosedur standar yang melibatkan penyapihan dan pertemuan kembali bayi dengan ibu dalam satu laboratorium.

Para bayi yang tersenyum, bersuara, mengulurkan tangan, atau sebaliknya menunjukkan reaksi positif saat ibu mereka kembali dianggap aman, sebaliknya mereka yang menghindari ibu selama masa penyapihan atau tidak terhibur dengan kembalinya sang ibu, maka bayi-bayi perempuan itu dianggap tidak aman.

Perkembangan pubertas dievaluasi dengan uji fisik setiap tahun oleh perawat atau dokter sejak perempuan berusia 9,5 tahun.
Namun risiko dan lingkungan awal yang labil seperti tercermin dalam ikatan keluarga yang rapuh, bukan satu-satunya alasan mengapa perempuan lebih cepat dewasa. Itu sebagian juga karena ada faktor genetik.

Selain itu, faktor kimiawi mungkin juga berpengaruh, demikian pula perbaikan gizi yang dianggap menjadi pemicu kecenderungan 150 tahun terakhir yang menyebabkan perempuan lebih cepat dewasa.

Hasil penelitian menemukan bahwa perempuan yang tidak aman (kurang kasih sayang) sewaktu bayi mengalami perkembangan pubertas lebih awal dibandingkan anak seusianya, kira-kira dua atau empat bulan lebih cepat dibandingkan perempuan yang masa bayinya aman.

Anak-anak perempuan in juga mengakhiri perkembangan pubertas dan mengalami menstruasi lebih awal ketimbang perempuan yang aman waktu bayi.

Belsky mengatakan,lingkungan tempat dibesarkan dan kedekatan hubungan bayi-ibu sangat berpengaruh dan tidak boleh diabaikan.

"Dari perspektif biologi evolusioner itu menunjukkan hal-hal yang paling dipedulikan alam adalah penyebaran gen untuk generasi kemudian," kata Belsky seperti dikutip ScienceDaily.

Dia mengungkapkan fenomena itu meyakinkannya bahwa manusia menjadi lebih mudah berketurunan karena masa dewasa atau masa pubertas menjadi lebih dini sehingga manusia bisa kawin lebih awal.

source: