Wednesday, June 12, 2013

CARA MELATIH ANAK PANDAI BICARA

1. Ajak si kecil berbicara sesering mungkin sejak dini meskipun dia blm waktunya berbicara



2. Bicaralah dengan suara yg lembut karena mereka lebih suka mendengar suara yang lembut

3. Selalu berbicara dgn perlahan & jelas padanya, jangan lupa untuk melakukan kontak mata dgn si kecil

4. Ketika sdg bermain dengannya, kecilkan suara radio & tv, karena bisa mengacaukan konsentrasinya

5. Pilihlah kalimat sederhana


6. Ajukan pertanyaan yg memancing jawaban lebih dari suku kata, walau jawabannya kurang jelas tp kita hrs tetap menghargainya

7. Ajaklah si kecil bermain. bermain cilukba, tebak2an, mandi,makan dll

8. Ulangi apa yg dia katakan, ini akan memperjelas maknanya

9. Hindari berbicara kasar & buruk di depan si kecil, karena bisa ditiru

10. Beri perhatian jika ia mulai mengoceh, tatap matanya & berekspresi seolah kita tahu apa yg sedang diucapkannya

11. Beri tanggapan pada ocehannya, ucapkan dgn benar & jgn dicadelkan

12. Kenalkan si kecil pada dirinya sendiri, misalnya menunjukkan mana mata, hidung, telinga, pipi dll

13. Kenalkan si kecil pada benda2 sekitar seperti kursi, meja, lampu dan orang sekitarnya seperti kakek, nenek, paman, bibi dll

14. Ceritakan kegiatan yg baru saja anda dan si kecil lakukan, misalnya memandikan si kecil, membaca cerita, bermain dll

15. Putarkan lagu anak2 sambil bernyanyi dengan si kecil

16. Bacakan buku cerita, pilih buku cerita dgn gambar yg menarik & berwarna warni agar si kecil tertarik

17. Jika si kecil memperhatikan ketika kita ajak bicara, kita bisa teruskan tetapi jika dia mengalihkan perhatian kita bisa mencobanya lagi lain waktu


Tuesday, June 11, 2013

ATASI TELINGA KEMASUKAN AIR

Cara berikut ini sudah umum dilakukan oleh kebanyakan orang ketika telinganya kemasukan air baik pada saat mandi ataupun berenang, yakni dengan menetesi air lagi teling tersebut supaya airnya keluar. Ternyata penelitian terbaru menyebutkan jika cara tersebut ternyata berpotensi menimbulkan masalah serius pada telinga.

Ada dua kondisi di mana telinga tidak boleh kemasukan air: Adanya radang pada liang telinga dan kebocoran liang telinga. Dokter yang berpraktik di RS Jakarta dan RSUP Persahabatan, dr. Kartika Dwiyani, SpTHT-KL menegaskan, “Memasukkan air kembali ke dalam telinga ditakutkan akan menyebabkan iritasi lebih lanjut karena kotornya air yang dimasukkan. Di samping juga tidak diketahuinya kondisi kesehatan di dalam telinga,” katanya.

Lalu adakah cara terbaik bila telinga kita kemasukan air?

Masih menurut dokter yang sama ternyata solusinya tergantung dari kondisi telinga, apakah memang normal atau pernah didiagnosis menderita kebocoran liang telinga?

Telinga terdiri dari tiga bagian. Pertama, telinga luar yang terdiri dari daun telinga, liang sampai gendang telinga. Kedua, telinga tengah berupa ruangan kecil di balik gendang telinga yang terdapat saluran penghubung ke hidung bagian belakang. Ketiga, telinga dalam adalah bagian yang tertutup dari dunia luar, berisi organ saraf pendengaran dan keseimbangan.

Liang telinga sendiri adalah suatu saluran buntu yang sedikit berkelok membentuk huruf S, yang di ujung buntunya adalah gendang telinga. Dalam keadaan gendang telinga normal, satu-satunya pintu keluar dari liang telinga melalui lubang liang telinga.

“Pasien yang pernah didiagnosis menderita kebocoran gendang telinga, harus menghindari masuknya air ke dalam telinga, baik disengaja ataupun tidak, “ tandas dokter yang jadi anggota Kelompok Studi Rinologi ini.

Untuk mencegah telinga kemasukan air, aktivitas berenang harus dihindari. Sebab, lanjut dr Tika, jika air masuk dan terperangkap dalam ruangan telinga tengah akan menyebabkan terjadinya infeksi (congek).

Jika ini sudah terjadi, tambahnya, maka harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk pengobatan.

Untuk orang dengan gendang telinga normal namun kemasukan air, berikut dua solusi aman dari dr. Tika:

1. Memiringkan telinga ke arah yang sakit, sehingga diharapkan air dapat keluar sesuai gerakan gravitasi.

2. Dapat pula dibantu dengan menarik daun telinga ke belakang atau menekan-nekan lubang telinga. Harapannya, air yang terperangkap di dalam liang telinga dapat keluar.

Sekali lagi, lanjut dr. Tika, jangan memasukkan air lagi hanya demi “menolong” telinga yang kemasukkan air. Sebab, kebiasaan tersebut justru membahayakan kesehatan telinga seperti:

1. Dapat menyebabkan infeksi yang lebih berat. Sebagai contoh, jika memasukkan air ke dalam telinga, sedangkan telinga dalam keadaan iritasi atau radang, maka air akan menambah kelembapan liang telinga dan menjadi media yang baik untuk tumbuhnya bakteri dan jamur di liang telinga.

2. Memasukkan air ke dalam telinga dalam kondisi gendang telinga yang bocor akan memicu terjadinya infeksi. Alhasil akan keluar cairan dari telinga yang dikenal sebagai congek.

3. Memasukkan air ke dalam telinga yang mengandung zat-zat iritan atau mengandung kuman malah akan menyebabkan iritasi dan infeksi lebih lanjut.

4. Memasukkan air ke dalam telinga dengan suhu yang terlalu panas atau dingin, dapat memicu timbulnya vertigo (pusing berputar) karena rangsangan pada organ keseimbangan di dalam telinga.

Dua dokter spesialis THT tersebut sepakat, bahwa sebagian besar keluhan kemasukan air dalam telinga sebenarnya dapat sembuh dalam waktu sesaat. Karena air mudah menguap melalui lubang telinga.

“Bila keluhannya menetap, perlu dicurigai adanya kelainan. Penyebab terbanyak adalah akibat mengembangnya kotoran telinga, sehingga memenuhi liang telinga yang mengganggu pendengaran si pasien,” tambah dr. Tika.

Saran dr Tika, segeralah periksa jika keluhan kemasukan air setelah berenang bersifat menetap. Pada kondisi kotoran telinga mengembang, dokter baru akan menyemprotkan air ke dalam telinga pasien untuk pembersihan. Air yang dimasukkan diharapkan dapat menciptakan tekanan yang mendorong kotoran keluar dari liang telinga.

Sebelum melakukan tindakan tersebut, dokter akan memeriksa keadaan liang telinga sebelumnya. Tujuannya untuk menilai apakah kondisi telinganya aman untuk dimasukkan air untuk pembersihan atau tidak.

Air yang dimasukkan biasanya mengandung antiseptik, dan suhunya harus sesuai dengan suhu tubuh.

METODE PENGOBATAN DENGAN CARA BEKAM

Bekam Basah (Wet Cupping)
Yaitu metode pengeluaran darah kotor (blood letting) dengan cara disayat dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril pada bagian yang dibekam.bedahpenyakit

Cara Melakukan Bekam Basah :
  • Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.
  • Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  • Bersihkan bagian kulit yang akan dibekam dengan desinfektans/alkohol.
  • Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.
  • Biarkan selama 3-5 menit.
  • Lepas gelas bekam dan sayat bagian bekas bekam dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril.
  • Bekam lagi posisi yang disayat tadi.
  • Tunggu selama lebih kurang 3 menit sampai darah keluar dan menumpuk pada gelas bekam.
  • Lepas gelas bekam dan buang darah kotor yang keluar, bersihkan kembali gelas bekam dan desinfeksi.
  • Bekam lagi sebanyak 3-5 kali, atau sampai keluar cairan putih dari kulit.
  • Oles bekas sayatan dan bekam dengan minyak habbatus sauda’ (jinten hitam).
  • Lakukan setiap bulan atau setiap 2 minggu bagi yang penyakitnya parah.

Bekam Kering (Dry Cupping)
Yaitu metode bekam yang tidak mengeluarkan darah dari tubuh.

Cara Melakukan Bekam Kering :
  • Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.
  • Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  • Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit.
  • Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.
  • Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak).
  • Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit untuk menghilangkan bercak-bercak hitam atau blister.
  • Lakukan selama 7 hari bagi orang dewasa dan 5 hari bagi anak-anak, kemudian diselingi masa interval selama 3 hari, lalu dilanjutkan lagi pembekaman.

Bekam Seluncur (Sliding Cupping)
Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina),scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.

Cara Melakukan Bekam Seluncur :
  • Pilih titik bekam sebagai awalan seluncur, biasanya bagian atas pundak.
  • Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  • Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit. Oleskan minyak agak banyak sebagai pelumas
  • Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan kemudian gerakkan/seluncurkan perlahan-lahan sampai tampak bruise (memar) kemerahan.
  • Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit.
Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik
Yaitu metode bekam dengan cara tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

Cara Melakukan Bekam Cepat :
Pilih titik bekam pada dahi atau bagian yang nyeri.
Pilih gelas bekam (cup) yang proporsional dengan lebar dahi (tidak terlalubesar).
Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki secukupnya kemudian lepas.
Lakukan hal ini secara berulang-ulang sampai kulit berwarna kemerahan.

Diagnosis Penyakit Dengan Bekam

Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ internal (organ dalam) dapat diketahui dengan cara mengobservasi (mengamati) gejala-gejala eksternal dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat didiagnosa.”

Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :
  • Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).
  • Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darahstatis (darah beku).
  • Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungumuda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.
  • Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.
  • Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.
  • Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.
  • Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.
  • Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.
  • Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis padablister merupakan reaksi gas panas toksin.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam bekam

  • Pastikan bahwa gelas bekam sudah steril dan higinis sehingga aman untuk bekam (terutama bekam basah).
  • Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, pilihlah gelas bekam dari yang terkecil lalu ke yang besar supaya tidak terlalu sakit.
  • Posisi bekam dapat dilakukan dengan duduk atau berbaring menelungkup. Posisi duduk lebih baik untuk peredaran darah, namun bagi pasien yang lemah dianjurkan dengan posisi berbaring.
  • Untuk pasien yang baru dibekam, sering-seringlah menanyai bagaimana keadaannya, apakah merasa mulas, pusing, mual atau adanya tanda-tanda akan pingsan lainnya. Segera hentikan bekam apabila pasien mengeluh kesakitan.
  • Setelah bekam dihadapkan beristirahat yang cukup. Sebagian pasien segera merasa segar badannya setelah berbekam pada bagian punggung dan lutut, sehingga ia tidak mau beristirahat sebagaimana mestinya, hal ini dapat menyebabkan kembalinya penyakit.
  • Sebagian orang merasakan suhu badannya naik setelah 1-2 hari setelah berbekam, hal ini adalah normal dan akan segera hilang.
  • Pasien yang menderita sakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita penyakit infeksius, diharap gelas bekamnya adalah tersendiri (single use) dan juru bekam dianjurkan menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan karet (gloves), masker dan semisalnya.
  • Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati. Tingkat kesadarannya selalu dimonitor agar tidak pingsan. Dihindarkan membekam pada areal punggung bawah yang sejajar dengan pusar ke bawah, karena hal ini bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.
  • Permukaan kulit yang timbul blister kecil, bercak-bercak, noda darah dan darah stasis adalah reaksi normal setelah bekam. Apabila blister yang timbul banyak dan besar-besar (seperti luka bakar), maka dapat dipecah dengan cara menusukkan jarum steril kering hingga keluar cairannya (cairan limfoid) lalu didesinfeksi dengan desinfektans. Lebih dianjurkan apabila bekas bekam yang berblister ini dipijat lembut dengan minyak zaitun atau jinten hitam.
  • Pasien yang mengalami mental stres, ketakutan, mual dan gejala mental lainnya, dihentikan pembekaman dan pasien disuruh berbaring relaks, tenang dan diberi minum dengan minuman manis (lebih baik madu) kemudian dimotivasi dan disugesti untuk menghilangkan atau meminimalisir gangguan mentalnya.

Larangan-Larangan Bekam

  • Tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
  • Jangan membekam orang yang fisiknya sangat lemah atau orang yang kelelahan (overfatigue).
  • Jangan membekam orang yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi dan edema.
  • Jangan membekam orang yang sudah jompo yang lemah fisiknya dan anak-anak yang tubuhnya lemah atau di bawah 3 tahun.
  • Penderita leukimia (kanker darah) tidak dianjurkan untuk dibekam basah.
  • Penderita hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia dan penyakit lainnya yang parah tidak dianjurkan dibekam kecuali kepada juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
  • Jangan memberkam pada kondisi : perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).
  • Jangan membekam wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal).
  • Jangan membekam langsung pada daerah yang luka, urat sendi robek, patah tulang, varises, tumor.
  • Jangan membekam wanita yang sedang haidh dan nifas.
  • Jangan memberkam daerah perut terlalu keras
  • Jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah semisal mengkudu, omega 3, dls.
  • Jangan melakukan bekam langsung setelah makan, pembekaman dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan. Setelah bekam juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya
  • Tidak dianjurkan melakukan pembekaman kepada orang yang menderita klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter atau ahli bekam yang berpengalaman.
  • Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.
  • Jangan membekam basah orang yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
  • Jangan membekam pasien diabetes (gula darah di atas 280) kecuali oleh orang yang ahli.
  • Jangan membekam di area terbuka atau tempat yang dingin. Lebih baik melakukan bekam di ruang yang hangat atau bersuhu normal ruangan.
  • Dilarang membekam area berikut :
  • Lubang alamiah tubuh : mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus, puting susu.
  • Daerah sistem nodus limfa yang berfungsi sebagai penghasil antibodi, yaitu di submaksilari, korvikal, sudmalaonkular, aksilari, bagian detak jantung, nodus inguinalglimfa (lihat buku panduan biru hal. 13).
  • Daerah yang dekat dengan pembuluh besar (big vessels).
Contoh Area Bekam :





abusalma.wordpress

PENGOBATAN TIMBILEN SECARA ALAMI

Hordeolum ( stye ) atau lebih dikenal di masyarakat dengan istilah timbilen adalah infeksi atau peradangan pada kelenjar di tepi kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri, biasanya oleh kuman Stafilokokus (Staphylococcus aureus). 

Hordeolum dapat timbul pada 1 kelenjar kelopak mata atau lebih. Kelenjar kelopak mata tersebut meliputi kelenjar Meibom, kelenjar Zeis dan Moll.
Berdasarkan tempatnya, hordeolum terbagi menjadi 2 jenis :
Hordeolum interna, terjadi pada kelenjar Meibom. Pada hordeolum interna ini benjolan mengarah ke konjungtiva (selaput kelopak mata bagian dalam).
Hordeolum eksterna, terjadi pada kelenjar Zeis dan kelenjar Moll. Benjolan nampak dariluar pada kulit kelopak mata bagian luar (palpebra).

G E J A L A
Tanda-tanda hordeolum sangat mudah dikenali, yakni nampak adanya benjolan pada kelopak mata bagian atas atau bawah, berwarna kemerahan. Adakalanya nampak bintik berwarna keputihan atau kekuningan disertai dengan pembengkakan kelopak mata.
Pada hordeolum interna, benjolan akan nampak lebih jelas dengan membuka kelopak mata.
Keluhan yang kerap dirasakan oleh penderita hordeolum diantaranya rasa mengganjal pada kelopak mata, nyeri takan dan makin nyeri saat menunduk. Kadang mata berair dan peka terhadap sinar.

Hordeolum dapat membentuk abses di kelopak mata dan pecah dengan mengeluarkan nanah.



Berikut Obat Timbilen Alami :

  • Ambil 1 siung bawang putih bersihkan dan irislah untuk mendapatkan getahnya
  • Oleskan irisan bawang putih ke kelopak mata yang sakit, hati-hati jangan sampai kena mata, karena terasa sekali perihnya.
  • Berdoa, semoga lekas sembuh...

Semoga bermanfaat.