Saturday, September 1, 2012

Komsumsi Telor Cacing Untuk Menguruskan Badan

Komsumsi Telor Cacing Untuk Menguruskan Badan

Menguruskan badan tentu butuh komitmen perjuangan keras. Tak sedikit di antaranya yang rela melakukan apa pun agar tubuhnya langsing, mulai dari diet ketat hingga meningkatkan aktivitas fisik.

Namun, ada pula sebagian orang yang melakukan cara aneh dan berbahaya untuk menguruskan badan. Tentu saja dengan cara yang keliru, bukannya berat badan yang turun, tetapi justru penyakit yang akan bersarang.

Salah satu contoh kasus adalah apa yang dilakukan para perempuan muda di Xiamen, China. Demi memperoleh kesempatan kerja, mereka rela makan telur cacing gelang demi mengurangi berat badan. Mereka nekad menempuh cara instan dan berbahaya ini karena persaingan kerja di China yang sangat ketat. Para wanita ini berangggapan, jika badan mereka langsing, peluang kerja lebih besar.

Setelah ditelan, telur-telur cacing itu lalu akan menetas di dalam perut. Kemudian cacing-cacing inilah yang diharapkan akan "bekerja" menguras dan menurunkan berat badan. Dengan demikian, mereka yang menelan cacing akan langsing tanpa perlu berolahraga atau melakukan diet.

Tetapi yang jelas, cara ini sangatlah berbahaya, dan sama sekali tidak disarankan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Berbagai jenis infeksi yang disebabkan telur cacing ini dapat menimbulkan dampak kesehatan. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (US Centers for Disease Control and Prevention/CDC) menyatakan, infeksi ini dapat memicu beberapa jenis migrain serta pembengkakan pada organ-organ. Selain itu, gejala-gejala lain yang mungkin timbul adalah batuk, asma, dan pneumonia.
Di China, para wanita menghadapi tekanan yang besar. Mereka dituntut berbadan langsing untuk mendapatkan pekerjaan. Jumlah lapangan kerja hanya sekitar 22 persen, sedangkan jumlah angkatan kerja meningkat dari 112 juta orang menjadi lebih dari satu miliar orang selama satu dekade terakhir.

Ada beberapa cara aneh lainnya yang dilakukan perempuan China untuk menguruskan badan. Mereka menatap foto selama berjam-jam untuk mengurangi nafsu makan sehingga mereka bisa mengurangi berat badan.

Seorang remaja bernama Xiaomei mengaku, perempuan di China ada yang menggunakan "sabun khusus" untuk membantu diet mereka. Di antara mereka ada yang mandi sampai 10 kali setiap hari. Yang jelas, cara-cara tersebut tentu tidak memiliki dasar ilmiah dan cenderung membahayakan kesehatan.

Pada tahun 1990-an, para perempuan China mengonsumsi teh dan pil untuk menurunkan berat badan. Akupuntur juga pernah muncul sebagai pilihan populer.

Sumber :daily mail

Menurunkan Tekanan Darah dengan Jus Bit

Menurunkan Tekanan Darah dengan Jus Bit

Ingin terbebas dari penyakit pembuluh darah atau tekanan darah tinggi? Meminum jus buah bit setiap hari mungkin bisa jadi salah satu solusi terbaik. Manfaat buah bit bagi kesehatan memang sudah dikenal luas sejak lama. Kini, ilmuwan Inggris membeberkan bukti tambahan bahwa meminum sedikitnya 500 mililiter jus buah berwarna merah tua ini dapat menurunkan tekanan darah secara dramatis hanya dalam beberapa jam saja.

Efek yang luar biasa ini rupanya berasal dari kandungan nitrat dalam buah bit yang bereaksi dengan bakteri dalam mulut. Reaksi ini kemudian dapat menyebabkan perubahan secara kimiawi yang berujung pada melebarnya pembulih darah yang secara otomatis memperlancar aliran darah. Selain bit, ada beberapa jenis sayuran lainnya juga dikenal memiliki kandungan nitrat yang tinggi, khususnya yang berdaun hijau seperti bayam dan selada.
"Riset kami menganjurkan bahwa meminum jus buah bit, atau mengkonsumsi sayuran yang kaya kandungan nitrat, akan menjadi cara mudah untuk mempertahankan kesehatan sistem pembuluh darah, dan dapat menjadi sebuah pendekatan bagi seseorang di kehidupan modern ini dalam melawan tekanan darah tinggi," ungkap pimpinan riset, Professor Amrita Ahluwalia, dari William Harvey Research Institute di Rumah Sakit Bartholomew London, Selasa (5/2).

Dalam risetnya, Ahluwalia melibatkan sejumlah partisipan yang diminta untuk mengonsumsi setengah liter jus buah bit dan air biasa. Partisipan yang meminum jus tampak mulai mengalami penurunan tekanan darah setelah berselang satu jam kemudian. 

Pada 2,5 jam berikutnya tekanan sistolik peminum jus ini mengalami penurunan sekitar 10 mm Hg lebih rendah ketimbang yang meminum air biasa. Sementara itu untuk tekanan diastoliknya, peminum jus mengalami penurunan sekitar f 8mm Hg setelah sekitar tiga jam. 

Setelah selang 24 jam, tekanan sistolik partisipan peminum jus masih lebih rendah sekitar 4mm Hg dibanding peminum air. Sedangkan untuk tekanan diastoliknya,

Solusi Tepat Untuk Tekanan Darah Rendah

Solusi Tepat Untuk Tekanan Darah Rendah

Penyakit Darah Rendah Atau Hipotensi (Hypotension) Adalah Suatu Keadaan Dimana Tekanan Darah Seseorang Turun Dibawah Angka Normal, Yaitu Mencapai Nilai Rendah 90/60 MmHg. Nilai Normal Tekanan Darah Seseorang Dengan Ukuran Tinggi Badan, Berat Badan, Tingkat Aktifitas Normal Dan Kesehatan Secara Umum Adalah 120/80 MmHG.


Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.


Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah

Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.

Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.


Penyebab Penyakit Darah Rendah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.

- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.

- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).

Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya :

- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam

- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala

- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis

- Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin.
Sumber : infopenyakit.com

Buah Plum yang Berkhasiat Pencegah Osteoporosis

Buah Plum yang Berkhasiat Pencegah Osteoporosis


Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para wanita dewasa untuk mencegah terjadinya osteoporosis atau pengeroposan tulang. Di antara mereka, ada yang rutin melakukan latihan, meminum susu tinggi kandungan kalsium, menggunakan suplemen, atau pun melakukan diet khusus.

Tetapi kini ada cara yang lebih simpel dan mungkin perlu dipertimbangkan. Cara tersebut yaitu mengonsumsi buah plum. Menurut penelitian terbaru, para wanita yang rutin mengonsumsi buah plum tampaknya bisa memperoleh manfaat untuk kesehatan tulangnya. Plum yang juga dikenal memiliki senyawa anti-kanker ini ternyata dapat meningkatkan kepadatan tulang dan menurunkan risiko terkena osteoporosis.

Para ahli dari Florida State and Oklahoma State University melakukan percobaan dengan melibatkan 100 wanita pascamenopouse. Sebanyak 55 wanita diminta untuk mengkonsumsi 100 gram plum setiap hari selama 12 bulan, sementara sisanya diminta mengkonsumsi 45 gram apel kering sebagai pengganti plum. Setiap hari, peserta juga menerima suplemen mengandung 500 mg kalsium dan vitamin D sebanyak 400IU.

Hasil analisis menunjukkan bahwa, wanita yang mengkonsumsi plum memilki kepadatan tulang lebih tinggi pada bagian ulna (tulang lengan) dan tulang belakang dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi apel.
Salah satu peneliti, dr. Bahram Arjmandi percaya, mengkonsumsi plum dapat membantu menekan laju resorpsi (kerusakan) tulang, yang biasanya melebihi laju pertumbuhan tulang baru pada orang tua.

"Selama saya berkarir, saya telah menguji beberapa buah, termasuk di antaranya buah ara, kurma, stroberi, dan kismis, dan tidak satupun dari buah-buahan tersebut memiliki efek kepadatan tulang, tetapi plum kering atau plum memilikinya (efek kepadatan tulang)," ujarnya.
Ilmuwan, yang temuannya dipublikasikan dalam British Journal of Noutrition, menggambarkan efek dari plum unutk kesehatan tulang sebagai hal yang luar biasa dan mendesak orang untuk mulai mengkonsumsi buah tersebut setiap harinya. (M10-11)